AUTENTIKWOMAN.Com– Mantan Wakil Presiden Amerika Serikat Kamala Harris mengatakan dirinya tengah mempertimbangkan untuk kembali mencalonkan diri sebagai presiden pada 2028. “Mungkin. Saya masih memikirkannya,” kata Kamala Harris saat ditanya tentang rencana politiknya pada Jumat 8 April 2026.
Kamala Harris mendapatkan aplaus paling meriah dibandingkan sejumlah tokoh Partai Demokrat yang disebut-sebut sebagai calon potensial dalam pemilihan presiden 2028. Harris bahkan disambut yel-yel “Kembali maju” oleh para hadirin yang mendorongnya untuk kembali mencalonkan diri.
Dalam pernyataannya, Kamala menuturkan bahwa pengalamannya sebagai wakil presiden selama empat tahun membuatnya memiliki pengalaman lebih ketika menduduki jabatan pemimpin negeri. “Saya tahu apa pekerjaannya, saya juga tahu apa yang perlu dilakukan (menjadi seorang presiden),” katanya seperti dilansir Antara.
Seperti dilansir NBCNews , dia juga menilai bahwa kondisi saat ini menunjukkan perlunya perubahan. Menurutnya, status quo tidak lagi berjalan efektif dan telah lama tidak memberikan manfaat bagi banyak masyarakat.
Kamala menekankan pentingnya reformasi dalam birokrasi pemerintahan. Lebih lanjut, dia menyampaikan bahwa setiap calon pemimpin seharusnya tidak berorientasi pada kepentingan pribadi, melainkan pada kepentingan rakyat Amerika Serikat secara luas. Dia menambahkan bahwa dirinya masih mempertimbangkan langkah ke depan, termasuk kemungkinan pencalonan, dengan fokus pada bagaimana memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat.
Pemilihan presiden berikutnya di Amerika Serikat dijadwalkan akan berlangsung pada November 2028.
Kamala Harris tercatat kalah dalam pemilihan presiden 2024 dari Donald Trump, setelah maju sebagai kandidat Partai Demokrat menggantikan Joe Biden yang mengundurkan diri di tengah tekanan internal partai. Sebelumnya, pada 2020, Kemala sempat menghentikan pencalonannya dalam pemilihan presiden sebelum akhirnya dipilih sebagai calon wakil presiden mendampingi Biden.
Kamala Harris sempat melontarkan kritik tajam terhadap kebijakan Presiden Trump, terutama dalam bidang politik luar negeri. Dia menyoroti perbedaan pendekatan antara pemerintahan saat ini dengan kebijakan yang ia jalankan bersama Biden, maupun dengan pemerintahan sebelumnya.
Terkait konflik dengan Iran, Kamala menyebut perang tersebut sebagai “perang pilihan”. Dia juga menyinggung klaim Trump yang menyatakan telah menghancurkan program nuklir Iran, yang menurutnya tidak terbukti di lapangan.
Lebih lanjut, Kamala Harris menilai kebijakan luar negeri pemerintahan saat ini telah berdampak serius, termasuk jatuhnya korban di kalangan militer Amerika Serikat, memburuknya hubungan dengan sekutu lama, serta meningkatnya beban ekonomi bagi masyarakat domestik. Dia menegaskan bahwa perang pada akhirnya akan selalu membawa konsekuensi bagi rakyat.












