Gelombang 99, IRGC Serang Kapal Induk AS USS Abraham Lincoln di Samudera Hindia

AUTENTIKWOMAN.Com– Humas Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) mengumumkan bahwa kelompok kapal induk USS Abraham Lincoln (CVN-72) milik militer Amerika Serikat telah menjadi sasaran rudal jelajah di Samudra Hindia.

Dalam pernyataannya, IRGC menyebutkan bahwa pada gelombang ke-99 Operasi “Janji Sejati 4” (True Promise 4), lokasi kelompok kapal induk tersebut diserang menggunakan rudal jelajah laut jarak jauh.

Sebelumnya pada hari yang sama, Humas IRGC juga menyatakan bahwa pasukan Garda Revolusi telah menargetkan sejumlah posisi Amerika di kawasan Persian Gulf dan Strait of Hormuz, serta konsentrasi militer dan pusat komando serta kendali di wilayah Palestina yang diduduki, sebagai bagian dari gelombang ke-99 Operasi “Janji Sejati 4”.

Dalam pernyataan resminya, IRGC mengatakan bahwa sejak dini hari, pasukan Angkatan Laut dan Pasukan Dirgantara Garda Revolusi melancarkan serangan dengan seruan suci “Ya Fatimah az-Zahra (AS)”, yang didedikasikan bagi para syuhada dari komunitas Yahudi dan Kristen yang gugur dalam perang-perang yang dipaksakan.

Serangan tersebut menargetkan pangkalan dan kepentingan Amerika di kawasan Teluk Persia dan Selat Hormuz, serta konsentrasi militer dan pusat komando di wilayah Palestina yang diduduki. Operasi gabungan itu menggunakan rudal balistik, rudal jelajah, dan drone serang sebagai respons terhadap serangan musuh terhadap pabrik petrokimia di wilayah Asalouyeh di Iran.

Pada tahap pertama serangan, IRGC menyatakan bahwa kompleks petrokimia terbesar yang dimiliki perusahaan-perusahaan Amerika—termasuk ExxonMobil dan Dow Chemical Company—yang berada di kawasan Al-Jubail, Arab Saudi, menjadi sasaran rudal jarak menengah dan sejumlah drone kamikaze.

Selain itu, kompleks petrokimia besar milik perusahaan Amerika Chevron Phillips Chemical di wilayah Al-Juaymah, Arab Saudi, juga diserang dalam operasi tersebut.

IRGC juga melaporkan bahwa sebuah kapal kontainer milik rezim Zionis yang tengah membawa peralatan militer menuju wilayah pendudukan melalui Pelabuhan Khor Fakkan di United Arab Emirates, tanpa melewati Selat Hormuz, berhasil dihancurkan dengan presisi tinggi melalui operasi intelijen yang diikuti serangan rudal oleh para pejuang.

Menurut pernyataan tersebut, penghancuran kapal tersebut merupakan peringatan bagi semua kapal yang berniat bekerja sama dengan Israel atau Amerika Serikat dalam bentuk apa pun.

IRGC menambahkan bahwa lokasi kelompok kapal induk USS Abraham Lincoln (CVN-72) milik militer Amerika juga menjadi sasaran rudal jelajah jarak jauh di kedalaman Samudra Hindia sebagai bagian dari rangkaian operasi tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *