AUTENTIKWOMAN.Com– Para pemimpin dan pejabat senior negara-negara Teluk membahas upaya untuk memulihkan keamanan dan stabilitas di kawasan itu selama kontak dan pertemuan intensif pada hari Kamis. Selama pembicaraan, tujuan untuk membangun perdamaian di Timur Tengah dengan mengubah gencatan senjata antara AS dan Iran menjadi kesepakatan permanen muncul ke permukaan.
Sistem pertahanan udara menembak jatuh 7 drone di Bahrain, sementara Bandara Internasional Bahrain melanjutkan penerbangan setelah pembukaan kembali wilayah udaranya. Di Kuwait, 17 laporan dievaluasi karena suku cadang jatuh sebagai akibat dari intervensi defensif pada hari-hari sebelumnya. Selain itu, sebuah titik milik Garda Nasional Kuwait menjadi sasaran UAV musuh, mengakibatkan kerusakan material yang signifikan, tetapi tidak ada korban jiwa. Di negara-negara Teluk lainnya, tidak ada perkembangan baru yang tercatat pada pukul 23:00 waktu setempat di Riyadh.
Arab Saudi
Menteri Luar Negeri Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan membahas perkembangan regional dan cara-cara untuk mengurangi ketegangan dalam percakapan telepon dengan mitranya dari AS Marco Rubio, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi, Menteri Luar Negeri Spanyol Jose Manuel Albares dan Wakil Perdana Menteri Pakistan dan Menteri Luar Negeri Mohammad Ishaq Dar.
Saudi Arabian Airlines (Saudia) telah mengumumkan bahwa mereka akan melanjutkan sebagian penerbangan ke Dubai, Abu Dhabi dan Amman mulai Sabtu, 11 April. Perusahaan meminta penumpang untuk memeriksa status penerbangan mereka sebelum menuju ke bandara.
Bahrain
Raja Hamad bin Isa Al Khalifa dari Bahrain bertemu dengan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer dan membahas perkembangan regional dan internasional, terutama dampak keamanan dan ekonomi. Para pihak menegaskan kembali dukungan mereka untuk semua upaya untuk memperkuat keamanan dan stabilitas di Timur Tengah.
Raja Hamad memuji dukungan Inggris untuk Bahrain dan perannya di arena internasional, sementara Starmer menghargai kontribusi Bahrain terhadap perdamaian regional dan menyambut baik perjanjian gencatan senjata.

alam pertemuan antara Putra Mahkota Bahrain dan Perdana Menteri Salman bin Hamad dan Starmer, dinyatakan bahwa serangan Iran terhadap sasaran sipil menyebabkan korban serius dan menekankan bahwa Teheran harus segera menghentikan semua tindakan agresif. Juga dinyatakan bahwa Selat Hormuz harus dibuka kembali dan program nuklir Iran, rudal balistik, drone, dan kebijakan kekuatan proksi regional harus ditangani secara komprehensif.
Pasukan Pertahanan Bahrain mengumumkan bahwa 7 drone yang menargetkan negara itu ditembak jatuh dalam 24 jam terakhir, dan 194 rudal dan 515 drone telah dihancurkan sejak awal serangan. Pernyataan itu menekankan bahwa serangan ini jelas melanggar hukum internasional.

Pihak berwenang meminta warga untuk tidak meninggalkan rumah mereka kecuali diperlukan dan tidak mengandalkan informasi selain sumber resmi. Bandara Internasional Bahrain, di sisi lain, kembali beroperasi setelah penutupan jangka pendek karena alasan keamanan.
Kuwait
Kementerian Pertahanan Kuwait mengumumkan bahwa tidak ada perkembangan militer baru dalam 24 jam terakhir. Kementerian Dalam Negeri menyatakan bahwa situasi di negara itu sepenuhnya terkendali.
Pihak berwenang mengumumkan bahwa total 793 laporan suku cadang yang jatuh sebagai akibat dari intervensi pertahanan sebelumnya dievaluasi. Juga dinyatakan bahwa serangan pesawat tak berawak di pos Garda Nasional menyebabkan kerusakan material yang signifikan, tetapi tidak ada korban jiwa.

Otoritas Penerbangan Sipil Kuwait mengumumkan bahwa bandara negara itu telah ditutup sejak 28 Februari dan bahwa tuduhan bahwa bandara itu telah dibuka kembali tidak mencerminkan kebenaran. Diumumkan bahwa kegiatan olahraga ditangguhkan sampai keputusan lebih lanjut.
Uni Emirat Arab
Kementerian Pertahanan UEA mengumumkan bahwa tidak ada ancaman yang terdeteksi di wilayah udara negara itu dalam beberapa jam terakhir.
Presiden UEA Sheikh Mohammed bin Zayed membahas perkembangan di kawasan tersebut, keamanan energi, perdagangan maritim dan efeknya terhadap ekonomi global selama pertemuannya dengan Perdana Menteri Inggris Starmer. Para pihak menyatakan bahwa serangan Iran di kawasan tersebut melanggar hukum internasional.

Menteri Luar Negeri UEA Sheikh Abdullah bin Zayed dan Perwakilan Tinggi Uni Eropa untuk Urusan Luar Negeri Kaja Kallas juga mengevaluasi perkembangan regional dan proses pasca-gencatan senjata. Dalam pertemuan tersebut, ditekankan bahwa kerja sama internasional harus ditingkatkan.
Qatar
Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamed membahas perkembangan dan meningkatnya ketegangan di Lebanon dalam panggilan telepon dengan Presiden Lebanon Joseph Aoun. Qatar mengutuk serangan Israel terhadap Lebanon dan menyatakan dukungannya untuk kedaulatan negara itu.
Perdana Menteri dan Menteri Luar Negeri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman menyatakan bahwa mereka menyambut baik gencatan senjata AS-Iran dan menekankan bahwa itu harus dibuat permanen.
Oman
Sultan Oman Haitham bin Tariq membahas perkembangan di wilayah tersebut dalam percakapan telepon dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron. Para pihak sepakat bahwa gencatan senjata harus dibuat permanen dan akar penyebab krisis harus diselesaikan.






