AUTENTIKWOMAN.Com– Zohran Mamdani, dengan kemenangan gemilangnya dalam pemilihan Wali Kota New York serta sikap kerasnya terhadap Israel, termasuk ancaman untuk menangkap Benjamin Netanyahu telah menjadi sorotan besar di media internasional.
Mamdani berhasil memenangkan persaingan sengit melawan Andrew Cuomo, mantan gubernur Demokrat New York yang didukung para miliarder Amerika, dan Curtis Sliwa, kandidat dari Partai Republik. Menurut laporan, lebih dari 26 miliarder dan keluarga kaya AS menggelontorkan dana miliaran dolar untuk mendukung Cuomo agar menggagalkan kemenangan Mamdani, namun kampanye penuh semangat dan pesan sosial-ekonominya berhasil menembus kekuatan uang tersebut.
Latar Belakang dan Kehidupan Pribadi
Zohran Qawam Mamdani lahir pada 18 Oktober 1991 di Kampala, Uganda, dari keluarga keturunan India yang bermigrasi ke Amerika Serikat akibat kebijakan pengusiran rezim diktator Idi Amin. Dia tumbuh besar di New York dan menempuh pendidikan di Universitas Brown dan Universitas New York, dengan fokus pada kajian Afrika dan Asia Barat.
Pengalaman hidupnya sebagai anak imigran yang mengalami diskriminasi membentuk pandangan politiknya yang berakar pada keadilan sosial. Pada awal tahun 2025, Mamdani menikah dengan seniman asal Suriah, Rama Dawaji.
Dari Aktivis Kampus hingga Tokoh Politik
Sebelum terjun ke dunia politik, Mamdani aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan budaya. Dia pernah menjadi rapper dengan nama panggung Mr. Cardamom, mendirikan tim kriket sekolah, serta membuka cabang organisasi Students for Justice in Palestine (SJP) di universitasnya. Dia juga dua kali mengikuti maraton New York dan memiliki sebidang tanah di Uganda.
Karier politiknya dimulai ketika dia terpilih sebagai anggota DPR Negara Bagian New York pada tahun 2020. Di kawasan multikultural Brooklyn, Mamdani dengan cepat menjadi salah satu tokoh paling berpengaruh di sayap kiri Partai Demokrat. Keanggotaannya dalam organisasi Democratic Socialists of America (DSA) memberinya wadah untuk memperjuangkan kebijakan progresif seperti perumahan terjangkau, hak pekerja, dan penghapusan diskriminasi rasial.
Pandangan Politik dan Agenda Reformasi
Mamdani mendasarkan ideologinya pada prinsip sosialisme demokratis, namun dia menyebut dirinya sebagai politisi independen yang berpikir melampaui label ideologis tradisional. Dia merupakan pengkritik keras kapitalisme dan kebijakan ekonomi neoliberal, serta mendukung langkah-langkah seperti pajak kekayaan, nasionalisasi sektor industri strategis, dan penguatan serikat pekerja.
Dalam kampanye pemilihan wali kota, Mamdani mengusung program reformasi yang menitikberatkan pada penyelesaian krisis perumahan, pembangunan infrastruktur perkotaan, dan peningkatan layanan sosial untuk warga New York.
Sikap Tegas terhadap Israel dan Politik Luar Negeri AS
Salah satu sikap paling menonjol Mamdani adalah dukungan terbuka terhadap perjuangan rakyat Palestina dan gerakan BDS (Boycott, Divestment, Sanctions) terhadap Israel. Dia berulang kali menyebut kebijakan Israel sebagai bentuk pelanggaran hak asasi manusia dan menyerukan penghentian bantuan militer Amerika kepada Tel Aviv.
Pernyataannya yang menyebut kemungkinan penangkapan Benjamin Netanyahu di New York apabila Mahkamah Pidana Internasional (ICC) mengeluarkan surat perintah resmi, menimbulkan kehebohan luas di media dan kalangan politik Amerika.
Selain itu, Mamdani juga menentang intervensi militer Amerika Serikat di kawasan Asia Barat, menyerukan penyelesaian konflik melalui diplomasi dan dialog. Pandangan ini sejalan dengan posisi sayap progresif Partai Demokrat, yang semakin berpengaruh dalam politik Amerika modern.
Dengan latar belakang imigran, semangat sosial, dan sikap politik yang berani, Zohran Mamdani kini bukan hanya wali kota Muslim pertama New York, tetapi juga simbol generasi baru politisi Amerika yang menantang dominasi kekuasaan lama dan membawa semangat keadilan global ke jantung dunia Barat.












