AUTENTIKWOMAN.Com-Wakil Presiden Pertama Republik Islam Iran Mohammad Reza Aref, pada Jumat, 19 Desember 2025, dalam rapat Panitia Peringatan 1500 Tahun Kelahiran Nabi Muhammad SAW menyatakan bahwa musuh-musuh Islam berupaya menuduh umat Muslim sebagai pihak yang identik dengan ekstremisme dan kekerasan.
Dia menjelaskan bahwa sebagian kelompok yang mengatasnamakan Islam dan melakukan aksi kekerasan sebenarnya dipengaruhi oleh pemikiran Barat, dan dalam waktu singkat keterkaitan mereka dengan Barat menjadi jelas bagi publik.
Aref menegaskan bahwa kekerasan dan ekstremisme sama sekali tidak memiliki tempat dalam Islam maupun dalam sistem Republik Islam Iran. Dia menambahkan bahwa Islamofobia merupakan strategi serius Barat, yang dengan slogan hak asasi manusia dan kebebasan, dijadikan alat untuk menekan dan menindas para pesaingnya.
Dia juga membandingkan perlakuan Barat terhadap pengungsi dan rakyat Gaza dengan sikap mereka terhadap Ukraina, seraya menegaskan bahwa standar ganda negara-negara yang mengklaim diri sebagai beradab terlihat jelas, termasuk kejahatan yang mereka lakukan di benua Afrika.
Kim Jong Un: Israel adalah Rezim Teroris
Seiring meningkatnya kecaman global terhadap Israel, Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dalam sebuah pernyataan menyebut rezim Zionis sebagai alat kekuatan Barat dan menegaskan bahwa Israel adalah rezim teroris yang didukung Amerika Serikat. Ia kembali menegaskan sikap negaranya yang tidak mengakui Israel dan menyatakan bahwa Korea Utara selalu berpihak pada perjuangan rakyat Palestina.
400 Warga Palestina Gugur Sejak Gencatan Senjata Gaza
Sementara itu, sejak diberlakukannya kesepakatan gencatan senjata di Gaza, sedikitnya 400 warga Palestina telah gugur akibat tembakan dan serangan pasukan rezim Zionis. Sebagian besar korban merupakan warga sipil.
Politisi Belanda: Pinjaman UE ke Ukraina adalah Kegilaan
Di tengah konflik Rusia–Ukraina, Geert Wilders, pemimpin Partai Kebebasan (PVV) Belanda, mengkritik Perdana Menteri Dick Schoof atas persetujuannya terhadap partisipasi Belanda dalam pinjaman bersama Uni Eropa untuk Ukraina. Wilders menyebut pinjaman tersebut sebagai kegilaan dan menegaskan bahwa pinjaman bersama senilai 90 miliar euro tidak lebih dari obligasi euro dengan kemasan baru, yang menurutnya tidak akan pernah kembali.
Serangan Amerika Serikat ke Wilayah Suriah
Dari Suriah dilaporkan bahwa militer Amerika Serikat, dalam kelanjutan kehadiran militernya yang dinilai ilegal, melancarkan serangan udara ke lebih dari 70 titik yang diklaim terkait dengan unsur kelompok teroris Daesh (ISIS) di wilayah timur Suriah. Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengklaim operasi tersebut dilakukan sebagai bentuk “pembalasan” atas serangan terbaru di Palmyra, seraya mengatakan bahwa ini bukan awal perang, melainkan pernyataan balasan.












