Usai Berseteru dengan Paus, Dukungan terhadap Trump Jeblok

AUTENTIKWOMAN.Com– Survei terbaru menunjukkan bahwa serangan verbal Trump terhadap pemimpin umat Katolik dunia berdampak signifikan pada basis pemilihnya.

Penurunan Signifikan

Sebuah survei terbaru mengungkapkan bahwa pernyataan Trump tentang Paus Leo XIV tidak diterima dengan baik oleh pemilih Katolik. Akibatnya, dukungan terhadap presiden AS ini pun merosot.

Survei yang dilakukan pada akhir Maret 2026 ini menunjukkan tingkat popularitas Donald Trump di kalangan pemilih Katolik turun menjadi 48 persen, sementara 52 persen di antaranya menyatakan ketidakpuasan.

Kronologi Konflik

Serangan Trump terhadap Paus Leo XIV dimulai setelah pemimpin umat Katolik dunia tersebut memperkeras kritiknya terhadap perang Iran. Paus menyatakan bahwa Tuhan tidak memberkati mereka yang menjatuhkan bom.

Leo XIV juga menyebut ancaman Trump untuk menghancurkan peradaban Iran sebagai “benar-benar tidak dapat diterima.”

Merasa diserang, Trump balik menuduh Paus, yang lahir di Chicago, AS, lemah terhadap kejahatan dan terperangkap dalam paham kiri.

Foto AI dan Kemarahan Pendukung

Belakangan, Trump juga menuai kemarahan pendukungnya karena mengunggah, lalu menghapus, gambar dirinya yang dibuat dengan kecerdasan buatan, menyerupai sosok Kristiani.

Mayoritas Tak Setuju dengan Perang

Data survei juga menunjukkan bahwa hanya 40 persen responden Katolik yang menyetujui cara Trump menangani perang terhadap Iran. Sementara itu, 60 persen lainnya tidak setuju.

Padahal, Trump mungkin mengira dirinya bisa melawan siapa saja, termasuk Paus. Namun pemilih Katolik rupanya punya batas kesabaran.

Ketika seorang presiden menyerang pemimpin spiritual mereka, dan menyebut Tuhan tidak relevan, maka bukan hanya moral yang dipertaruhkan, tetapi juga kursi dan kekuasaan.

Apakah ini awal dari keretakan yang lebih dalam di basis pendukung Trump? Mari kita lihat dalam pemilu mendatang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *