AUTENTIKWOMAN.Com– Imam Jumat Sunni Kota Urmia di wilayah barat Iran menegaskan bahwa pernyataan-pernyataan provokatif Presiden Amerika Serikat mengenai Iran merupakan bentuk intervensi terbuka dan ancaman terhadap kedaulatan nasional negara tersebut.
Mamosta Mamad Kalashi-Nejad mengecam pernyataan Donald Trump yang mengklaim akan “menyelamatkan para demonstran di Iran”, menyebut pernyataan tersebut sebagai tindakan campur tangan dan kolonialis. Dia menegaskan bahwa rakyat Iran tidak akan pernah membiarkan pihak asing mencampuri nasib mereka.
Kalashi-Nejad menekankan bahwa sikap semacam itu tidak memiliki dasar hukum apa pun dalam hukum internasional dan mencerminkan kelanjutan kebijakan hegemonik Amerika Serikat terhadap bangsa Iran selama beberapa dekade terakhir. Dia menambahkan bahwa nasib rakyat Iran hanya ditentukan oleh rakyat itu sendiri, dan bangsa Iran telah berulang kali membuktikan keteguhannya dalam menghadapi tekanan dan arogansi pihak asing.
Dia menilai bahwa tujuan dari campur tangan semacam ini adalah menciptakan perpecahan serta melemahkan tekad nasional demi mencapai agenda-agenda kolonial.
Imam Jumat Sunni Kharg: Mazhab Syahid Jenderal Qassem Soleimani Milik Seluruh Umat Islam
Sheikh Ahmadreza Kanaani, Imam Jumat Sunni Pulau Kharg di selatan Iran, menyatakan bahwa mazhab dan jalan perjuangan Jenderal Syahid Qassem Soleimani, mantan komandan Pasukan Quds Garda Revolusi Islam Iran, melampaui batas wilayah dan mazhab. Menurutnya, mazhab tersebut dibangun di atas iman, persatuan umat Islam, dan pembelaan terhadap kaum tertindas.
Sheikh Kanaani menegaskan bahwa Syahid Soleimani bukan sekadar seorang komandan militer, melainkan simbol keikhlasan, keberanian, kedekatan dengan rakyat, serta komitmen terhadap nilai-nilai Islam dan kemanusiaan. Dia menambahkan bahwa pendekatan persatuan antara Syiah dan Sunni yang diusung Syahid Soleimani berperan besar dalam memperkuat poros perlawanan dan menghadapi hegemoni global.
Dia juga menekankan pentingnya memperkenalkan mazhab Syahid Soleimani kepada generasi muda, khususnya nilai pengorbanan, tanggung jawab, dan pelayanan tulus kepada masyarakat.
Imam Jumat Sunni Kermanshah: Bangsa Iran Tidak Mengikuti Agenda Rezim Zionis
Mamosta Mulla Abdulrahman Moradi, Imam Jumat Sunni Kermanshah di barat Iran, menyinggung perkembangan regional dan internasional dengan menegaskan bahwa bangsa Iran, terutama dalam momen-momen krusial seperti perang dua belas hari, telah membuktikan kepada dunia bahwa mereka tidak mengikuti tujuan kriminal rezim Zionis dan para pendukungnya.
Dia menekankan bahwa tuntutan sah rakyat tidak boleh disamakan dengan gerakan yang didorong oleh aktor asing dan unsur-unsur oportunis. Menurutnya, rakyat Iran secara sadar dan bertanggung jawab menyalurkan aspirasi mereka melalui jalur hukum dan damai, serta tidak akan membiarkan pihak asing menyalahgunakan tuntutan tersebut.












