AUTENTIKWOMAN.Com– Kementerian Luar Negeri Republik Islam Iran melalui sebuah pernyataan resmi mengecam keras pernyataan-pernyataan campur tangan para pejabat Amerika Serikat terkait perkembangan internal di Iran
Dalam pernyataan tersebut, Kementerian Luar Negeri Iran menilai pernyataan intervensif dan menyesatkan para pejabat AS sebagai bukti nyata berlanjutnya sikap permusuhan pemerintah Amerika terhadap bangsa besar Iran.
Pernyataan itu menegaskan bahwa sikap tersebut bukan didorong oleh kepedulian terhadap rakyat Iran, melainkan kelanjutan dari kebijakan tekanan maksimum, ancaman, dan intervensi dalam urusan dalam negeri Iran dengan tujuan memicu kekerasan, terorisme, serta menciptakan kerusuhan dan ketidakamanan.
Kementerian Luar Negeri Iran menegaskan bahwa Republik Islam Iran, sesuai Undang-Undang Dasar, mengakui hak atas aksi protes damai dan berkomitmen menindaklanjuti tuntutan sah rakyat dalam kerangka hukum. Ditekankan pula bahwa sebagian besar persoalan ekonomi Iran bersumber dari perang ekonomi dan finansial total Amerika Serikat melalui sanksi ilegal dan zalim.
87 Persen Warga Arab Menolak Pengakuan Rezim Israel
Pusat Arab untuk Riset dan Studi Politik yang bermarkas di Doha mengumumkan hasil jajak pendapat di 15 negara Arab, termasuk Mauritania, Maroko, Aljazair, Tunisia, Libya, Mesir, Sudan, Palestina, Lebanon, Yordania, Irak, Arab Saudi, Kuwait, Qatar, dan Suriah.
Hasilnya menunjukkan 87 persen responden menolak pengakuan rezim Israel oleh negara mereka.
Keteguhan Caracas Hadapi Pemerasan Minyak Gedung Putih
Presiden sementara Venezuela, Delcy Rodríguez, menolak segala bentuk campur tangan asing dan menegaskan bahwa masa depan negaranya hanya ditentukan oleh rakyat dan pemerintah sah Venezuela.
Donald Trump dalam pernyataan kontroversialnya mengklaim Venezuela akan menyerahkan 50 juta barel minyak kepada Amerika Serikat dengan pendapatan berada di bawah kendali langsung Gedung Putih.
Borrell: Amerika Bukan Lagi Sekutu Utama Eropa
Mantan Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Josep Borrell menegaskan bahwa Eropa harus mengandalkan diri sendiri untuk menjamin keamanannya, karena Amerika Serikat bukan lagi sekutu utama.
Trump Tarik AS dari 66 Lembaga Internasional
Donald Trump menandatangani perintah eksekutif untuk menghentikan pendanaan AS terhadap 66 organisasi internasional, termasuk 31 lembaga PBB dan 35 organisasi non-PBB.












