AUTENTIKWOMAN.Com– Menurut pernyataan pejabat Kolombia, 17 anak dan remaja dari berbagai kewarganegaraan di negara tersebut berhasil dibebaskan dari cengkeraman sekte ekstremis Lev Tahor. Sebuah sekte yang jejaknya terbentang dari Amerika Serikat hingga Amerika Latin.
Pejabat Kolombia menyatakan bahwa dalam sebuah operasi khusus, 17 anak dan remaja anggota sekte Yahudi ekstremis Lev Tahor diselamatkan dari sebuah hotel di kota Yarumal. Sekte ini selama bertahun-tahun berada dalam pengejaran internasional atas tuduhan pelecehan seksual terhadap anak-anak dan perdagangan manusia.
Menurut laporan FNA, Direktorat Imigrasi Kolombia dan Unit Anti-Penculikan Angkatan Darat Kolombia dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada Minggu, 23 November 2025, menjelaskan bahwa operasi ini dilakukan dengan dukungan pasukan khusus, dan anak-anak dari berbagai kewarganegaraan dipindahkan ke pusat-pusat pemerintah. Lima dari anak-anak tersebut memiliki kewarganegaraan Amerika Serikat, yang sebelumnya telah dilaporkan hilang oleh Interpol. Foto-foto anak-anak ini juga dipublikasikan dengan menjaga privasi dan menutupi wajah mereka.
Dalam pernyataan itu disebutkan bahwa pejabat Kolombia telah menerima peringatan internasional mengenai kemungkinan kejahatan terhadap anak-anak dan remaja yang terkait dengan kelompok ini. Polisi menyatakan bahwa operasi tersebut dilakukan pada hari Sabtu lalu, dan anak-anak dari berbagai kewarganegaraan dipindahkan ke sebuah pusat pemerintah untuk perawatan.
Direktorat Imigrasi Kolombia menjelaskan bahwa “ada indikasi bahwa sebagian dari anak-anak ini mungkin telah diculik”. Hal ini memperkuat dugaan adanya jaringan perdagangan manusia yang beroperasi dengan kedok aktivitas keagamaan.
Sekte Lev Tahor adalah cabang dari komunitas Yahudi Haredi yang fanatik, didirikan pada tahun 1988 di Wilayah Pendudukan Palestina. Sejak tahun 1990-an, untuk menghindari tuntutan hukum, kelompok ini berpindah-pindah di berbagai negara di Asia Barat dan benua Amerika. Pendiri sekte ini adalah Shlomo Erez Helbrans, yang dipenjara di Amerika Serikat atas tuduhan penculikan dan meninggal di Meksiko pada tahun 2017.
Harian El Colombiano yang terbit di Medellín, Kolombia melaporkan bahwa kelompok yang ditangkap ini tiba dari New York ke Kolombia pada tanggal 22 atau 23 November lalu, kemudian menetap di sebuah hotel di kota pegunungan Yarumal. Tampaknya anggota sekte ini, yang menghadapi masalah hukum di Amerika Serikat dan Guatemala, datang ke Kolombia untuk mempersiapkan pendirian permukiman baru bagi mereka.
Sekte Lev Tahor, yang para wanitanya mengenakan pakaian hitam panjang dan longgar yang menutupi seluruh tubuh dari kepala hingga kaki, sedang diselidiki di sejumlah negara atas tuduhan pelecehan seksual terhadap anak-anak, penyiksaan terhadap individu di bawah umur, pernikahan paksa anak perempuan, dan perdagangan manusia.
Kelompok ini sebelumnya juga menghadapi masalah hukum di Meksiko dan Kanada, dan Interpol telah mengeluarkan red notice untuk menangkap beberapa pemimpin buronan mereka.
Sekte ini menjadi sorotan besar pada Desember 2024, ketika pejabat Guatemala mengumumkan bahwa 160 anak telah diselamatkan dari sebuah lahan pertanian milik kelompok tersebut, dan menyatakan bahwa mereka telah mengalami pelecehan fisik dan seksual.











