AUTENTIKWOMAN.Com- Pada, Kamis 25 Desember 2025, Presiden Republik Islam Iran, Masoud Pezeshkian, dalam sebuah pesan yang disampaikan untuk mengucapkan selamat atas hari kelahiran mulia Nabi Isa as, putra Sayidah Maryam kepada para pemimpin dan rakyat negara-negara yang merayakan peringatan tersebut serta Tahun Baru Masehi.
Dia menulis, cita-cita abadi umat manusia adalah mewujudkan perdamaian dan menyebarkan akhlak di seluruh masyarakat manusia, yang menjadi sumber kebahagiaan dan kemajuan manusia. Seluruh dimensi spiritual dan wahyu Ilahi terpantul dalam diri Isa Al-Masih (as), dan dari beliau kita dapat mengambil teladan.
“Saya berharap di tahun mendatang, dengan upaya bersama, berpegang pada prinsip hidup berdampingan secara damai, serta mengamalkan tindakan yang berlandaskan keadilan, kita dapat menciptakan perdamaian dan ketenangan di dunia yang penuh gejolak saat ini.”
Pesan Ketua Parlemen Iran pada Perayaan Kelahiran Nabi Isa (as)
Sementara itu, Mohammad Bagher Ghalibaf, Ketua Majelis Syura Islam Iran (parlemen), dalam pesannya untuk mengucapkan selamat atas kelahiran Nabi Isa (as), menekankan pentingnya memperkuat dialog dan kebersamaan antaragama.
Dalam surat yang ditujukan kepada para ketua parlemen negara-negara Kristen bertepatan dengan kelahiran Nabi Isa (as) dan Tahun Baru Masehi, dia menulis: “Saya dengan penuh kebahagiaan menyampaikan ucapan selamat atas tibanya hari kelahiran yang penuh berkah dan mulia Isa Al-Masih (as), nabi besar Ilahi, serta awal Tahun Baru Masehi kepada Anda, para anggota parlemen yang terhormat, dan rakyat mulia negara Anda.”
Ketua Parlemen Iran menegaskan bahwa di masa ketika dunia menghadapi tantangan kompleks dan ketegangan yang meningkat, memperkuat dialog dan kebersamaan antaragama serta mengambil pelajaran dari ajaran para nabi besar merupakan pengingat akan pentingnya hidup berdampingan secara damai, menegakkan keadilan, dan menjaga martabat manusia. Hal ini, lebih dari sebelumnya, dapat berperan dalam membangun saling pengertian dan menciptakan interaksi konstruktif untuk mengurangi ketegangan di tingkat internasional.
Dia menambahkan harapan bahwa di tahun baru Masehi, dengan meluasnya perdamaian, stabilitas, dan penguatan interaksi konstruktif antarparlemen negara-negara, akan tercipta kontribusi nyata dalam meningkatkan dialog internasional serta mengembangkan kerja sama yang didasarkan pada saling menghormati dan kepentingan bersama.
Araghchi: Semoga hari kelahiran pembawa pesan damai dan kasih penuh berkah bagi Anda
Selain itu, Sayid Abbas Araghchi, Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran, melalui pesan di jejaring sosial X, menyampaikan ucapan selamat atas hari kelahiran Isa al-Masih (as). Araghchi menambahkan, untuk semua orang di seluruh dunia yang merayakan kelahiran Nabi Isa Al-Masih (as). ” Saya mengharapkan Natal yang penuh kebahagiaan, disertai kesehatan, ketenangan, dan keamanan. Semoga hari kelahiran pembawa pesan damai dan kasih ini penuh berkah bagi Anda.”
Ismail Baghaei, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, juga menulis di akun X miliknya: “Saya dengan tulus mengucapkan selamat atas kelahiran Nabi Isa Al-Masih (as) dan tibanya Tahun Baru Masehi kepada seluruh umat Kristiani di dunia, khususnya kepada para warga Kristiani di tanah air.”
Dia menambahkan bahwa peringatan mulia ini mengingatkan pada nilai-nilai bersama kemanusiaan dan ketuhanan yang berakar pada ajaran agama-agama samawi, yang menyeru manusia kepada perdamaian, hidup berdampingan, saling menghormati, serta tanggung jawab terhadap sesama.
Baghaei melanjutkan, Iran, sebagai pewaris peradaban kuno dengan sejarah gemilang dalam kehidupan bersama para penganut berbagai agama, menekankan pentingnya menjaga dan meningkatkan saling pengertian serta penghormatan antarbangsa dan antarumat beragama.
“Kami berharap tahun mendatang membawa ketenangan dan harapan bagi semua, serta langkah-langkah nyata menuju keadilan dan perdamaian di dunia.”
Nabi Isa (as) adalah salah satu nabi ulul azmi yang membawa syariat, dengan kitab sucinya bernama Injil. Beliau merupakan nabi terakhir sebelum Nabi Muhammad saw dan termasuk pemberi kabar gembira tentang kedatangan beliau. Menghidupkan orang mati, menyembuhkan orang buta sejak lahir, serta menyampaikan berita gaib adalah sebagian dari mukjizat Nabi Isa (as). Menurut Al-Qur’an, Nabi Isa (as) lahir secara mukjizat dari seorang ibu suci dan perawan bernama Maryam, kemudian berbicara sejak dalam buaian untuk mengabarkan kenabiannya.











