AUTENTIKWOMAN.Com– Seorang analis terkemuka dunia Arab memperingatkan bahwa keputusan rezim Zionis untuk mengakui Somaliland dan menjalin hubungan diplomatik dengannya merupakan tanda kebijakan Israel dalam mendorong disintegrasi dan memperluas pengaruh di kawasan.
Abdel Bari Atwan, analis terkemuka dunia Arab, menegaskan bahwa pengakuan Somaliland oleh Israel berarti memperkuat perpecahan Somalia dan melanjutkan proyek-proyek geo-strategis rezim pendudukan.
Dia menekankan bahwa pendekatan Israel berfokus pada pencapaian kepentingan militer dan politik di kawasan, yang menempatkan negara-negara Arab dan Muslim Afrika dalam posisi terancam.
Rencana pemindahan ribuan warga Gaza ke Somaliland, upaya membangun pangkalan militer di Selat Bab al-Mandeb dan Teluk Aden, mengendalikan jalur perdagangan maritim Israel, serta menguasai Terusan Suez dan rute minyak Arab merupakan inti kebijakan Israel dalam mengakui Somaliland. Kebijakan ini secara langsung mengancam keamanan nasional Arab Saudi dan Mesir.
Analis dari surat kabar transregional Rai al-Youm memperingatkan bahwa langkah ini merupakan kelanjutan dari proyek disintegrasi Israel dan Amerika, yang berpotensi menargetkan wilayah lain di Yaman, Arab Saudi, dan Mesir setelah Somaliland.
Analis dunia Arab tersebut menyerukan reaksi bersama negara-negara Arab-Afrika untuk menghadapi pengaruh Israel dan melindungi integritas teritorial kawasan, serta menekankan bahwa kelalaian terhadap tren ini akan mempermudah ekspansi dominasi Israel.
Separatis Somaliland mendeklarasikan kemerdekaan dari Somalia pada tahun 1991, namun hingga kini tidak ada satu pun negara anggota PBB yang mengakuinya. Kelompok separatis tersebut menguasai wilayah utara Somalia.






