Peneliti CSIS Singgung Dua Skenario Prabowo “Diam” Setelah Ali Khamenei Tewas

AUTENTIKWOMAN.Com– Peneliti Departemen Politik Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Dominique Nicky Fahrizal menyebut dua skenario bisa dibaca dari sikap Presiden RI Prabowo Subianto yang diam terhadap tewasnya Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam Iran Ayatollah Sayyid Ali Khamenei.

Pertama, kata dia, Prabowo tampak menerapkan kehati-hatian maksimal membuat pernyataan seusai Indonesia merapat ke Board of Peace (BoP).

“Pertama, terdapat kehati-hatian tingkat tinggi dalam mengkalkulasi risiko apabila Indonesia memberikan pernyataan terbuka selaku anggota BoP,” kata Nicky melalui layanan pesan, Rabu, 4 Maret 2024.

Diketahui, Ali Khamenei tewas dalam agresi militer yang dilakukan Amerika Serikat (AS) bersama Israel pada Sabtu, 28 Februari 2026.

Indonesia di sisi lain menjadi negara anggota BoP bersama Israel yang dibentuk Presiden AS Donald Trump.

Menurut Nicky, sikap Prabowo yang diam terhadap tewasnya Ali Khamenei bisa jadi konsekuensi setelah Indonesia merapat ke BoP.

“Kedua, ketiadaan sikap tegas ini bisa jadi merupakan konsekuensi logis dari posisi tawar Indonesia yang terikat oleh konsensus di dalam BoP,” ujarnya.

Menurutnya, fleksibilitas politik luar negeri bebas aktif dari sebuah negara sangat bergantung pada kompas moral dan visi pemimpin.

Nicky mengatakan visi presiden yang jernih membuat penerjemahan prinsip bebas aktif sebagai instrumen diplomasi bermartabat dan berprinsip.

“Namun, jika pragmatisme yang menjadi panglima, arah kebijakan luar negeri akan terdegradasi menjadi sekadar manuver oportunistik untuk meraih dividen ekonomi dan politik semata,” ujar dia.

Indonesia, termasuk Presiden RI Prabowo Subianto memang belum mengungkap duka cita terhadap tewasnya Ali Khamenei dalam agresi militer AS-Israel ke Iran.

Pernyataan Indonesia terkait tewasnya Ali Khamenei hanya disampaikan Kemenlu RI melalui akun mereka di X.

“Indonesia menyerukan seluruh pihak untuk menahan diri dan mengedepankan dialog dan diplomasi,” demikian kutipan pernyataan Kemenlu di X, pada Sabtu kemarin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *