AUTENTIKWOMAN.Com– Kwang Chol, Menteri Pertahanan Korea Utara, menanggapi pertemuan keamanan antara para pejabat pertahanan AS dan Korea Selatan yang digelar pada Selasa, 4 November 2025, di Seoul.
Pernyataan tersebut muncul setelah Departemen Keuangan AS, mengumumkan sanksi terhadap delapan individu dan dua entitas yang dituduh terlibat dalam pencucian uang hasil kegiatan ilegal Korea Utara, termasuk kejahatan siber dan eksploitasi tenaga kerja teknologi informasi di luar negeri.
Namun, Kim menegaskan bahwa langkah tersebut tidak akan memengaruhi posisi maupun strategi Korea Utara terhadap Washington.
“Amerika Serikat harus menyadari bahwa tidak ada kemungkinan bagi mereka untuk mengubah situasi strategis saat ini antara DPRK dan AS menjadi menguntungkan, tidak peduli seberapa keras mereka berusaha melalui sanksi,” kata Kim.
“Kami sepenuhnya menyadari permusuhan Amerika Serikat terhadap Korea Utara dan akan berdiri teguh melawan mereka sampai akhir. Kami tidak akan menahan diri untuk merespons tindakan permusuhan tersebut,” sambung dia.
Korea Utara pada Kamis mengecam Amerika Serikat atas penerapan sanksi baru terhadap sejumlah individu dan entitas yang diduga terlibat dalam aktivitas ilegal yang berkaitan dengan Pyongyang.
Pemerintah Korea Utara menuduh Washington terus mempertahankan “kebijakan bermusuhan” dan berjanji akan mengambil “langkah yang tepat” sebagai respons.
Dalam pernyataan yang dikutip Kantor Berita Pusat Korea (KCNA), Wakil Menteri Luar Negeri Korea Utara urusan Amerika Serikat, Kim Un Chol, mengatakan bahwa sanksi baru tersebut merupakan yang kelima sejak pemerintahan AS saat ini mulai menjabat.
“Amerika Serikat sekali lagi memperlihatkan sifat jahatnya yang akan terus bersikap bermusuhan terhadap Republik Rakyat Demokratik Korea hingga akhir,” ujar Kim, menggunakan nama resmi negara itu.
Dia memperingatkan bahwa Washington tidak seharusnya berharap pendekatannya yang mengandalkan “tekanan, bujukan, ancaman, dan pemerasan” akan berhasil memengaruhi Pyongyang.











