Kontradiktif Infantino: Pelanggaran Netralitas FIFA dan Pujian terhadap Trump Memicu Gelombang Kritik

AUTENTIKWOMAN.Com– Pemberian Hadiah Perdamaian FIFA pertama kepada Presiden AS Donald Trump memicu gelombang reaksi kritis dan politis, sebuah langkah yang mempertanyakan dugaan netralitas sepak bola.

Menurut Al Jazeera, Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA), yang selalu menekankan netralitas politik, menganugerahkan hadiah perdamaian pertamanya kepada Presiden AS Donald Trump pada hari Jumat.

Presiden FIFA Gianni Infantino memuji perjanjian internasional Trump, termasuk Perjanjian Abraham, dan menyebutnya “layak mendapatkan pengakuan.” Sebelumnya, dia secara eksplisit mengatakan bahwa menurutnya Trump seharusnya menerima Hadiah Nobel Perdamaian atas upayanya menengahi gencatan senjata dalam perang genosida Israel di Gaza. Namun, langkah tersebut menuai gelombang kritik.

Mantan pejabat PBB Craig Mokhiber menyebut hadiah tersebut “memalukan” dan mengatakan bahwa penghargaan tersebut bertujuan untuk “menodai catatan memalukan Trump” dalam mendukung Israel dan melanggar hak asasi manusia di Amerika Serikat. Human Rights Watch juga mengatakan bahwa catatan pemerintahan Trump tidak konsisten dengan standar perdamaian dan persatuan. Partai Demokrat AS bereaksi keras, menulis: “Trump tidak dapat memenangkan Hadiah Nobel Perdamaian, jadi FIFA menciptakan penghargaan untuknya.”

Para kritikus juga menunjukkan kontradiksi dalam sikap Infantino; sebelumnya dia menekankan netralitas politik dalam olahraga, tetapi kini ia memberikan penghargaan politik kepada seorang presiden yang beberapa hari sebelumnya melontarkan pernyataan menghina tentang rakyat Somalia.

Dalam pidato singkatnya, Trump menyebut penghargaan tersebut sebagai “kehormatan besar” dan menegaskan kembali klaimnya bahwa masa kepresidenannya telah menyelamatkan jutaan nyawa dan mengakhiri delapan perang. Namun, para pakar hukum dan aktivis masyarakat sipil telah menepis klaim tersebut sebagai tidak berdasar dan bagian dari upayanya untuk memperkuat posisi politiknya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *