Kemajuan Iran, Dari Iptek, Militer, dan Medis hingga Kejuaraan Olahraga

AUTENTIKWOMAN.Com– Mohammad Mehdi Alavianmehr, Direktur Institut Pengindeksan dan Pemantauan Sains dan Teknologi Dunia Islam (ISC), mengatakan: Republik Islam Iran, dengan tujuan menjaga kemandirian politik, budaya, ekonomi, dan ilmiah, melangkah di jalur penguasaan teknologi kendaraan listrik.

Menurut laporan Pars Today, Alavianmehr menambahkan: Berdasarkan data basis Web of Science dalam rentang waktu 2005 hingga 2024, Iran dari segi jumlah produksi ilmiah di bidang teknologi “switched reluctance motor” menempati peringkat keempat dunia dan peringkat pertama di antara negara-negara dunia Islam, serta memiliki kinerja yang lebih baik dibanding negara-negara Islam lainnya dalam teknologi ini.Ia juga menyatakan bahwa peringkat Republik Islam Iran dalam teknologi motor arus searah tanpa sikat (brushless DC motor) adalah peringkat keenam dunia dan peringkat pertama di antara negara-negara dunia Islam.

Rudal Khorramshahr 4, pilar utama kekuatan strategis Iran

Dalam peresmian kota rudal baru milik Pasukan Dirgantara Korps Garda Revolusi Islam yang dilakukan pekan lalu, salah satu rudal balistik paling canggih Iran, yaitu “Khorramshahr 4”, terlihat di antara peralatan operasional yang ditempatkan di kompleks tersebut.Rudal ini, sebagai salah satu pilar utama kekuatan strategis Iran di bidang persenjataan rudal, kini telah memasuki tahap kematangan operasional, sehingga keberadaannya di kota-kota rudal bawah tanah memiliki makna dan fungsi yang melampaui sekadar pengenalan teknis.

Metode cepat dan ekonomis untuk deteksi awal kanker

Para peneliti dari Universitas Shahid Madani Azerbaijan, Universitas Ilmu Kedokteran Tabriz, Universitas Industri Urmia, dan Lembaga Penelitian Petrokimia Iran berhasil mengembangkan sebuah sensor elektrokimia yang sensitif dan selektif untuk c-MET, yang dibuat berbasis nanoserat elektrospun EU/HPMC yang dihiasi nanopartikel ZIF-8.Kombinasi nano ini menyebabkan peningkatan luas permukaan aktif elektroda, perbaikan konduktivitas listrik, dan memungkinkan fiksasi presisi antibodi anti-c-MET.Sensor yang dikembangkan ini mampu mendeteksi kadar c-MET yang sangat rendah dalam sampel plasma dengan sensitivitas dan akurasi tinggi, sementara desainnya sederhana, berbiaya rendah, dan stabil.Teknologi ini menjanjikan terciptanya metode cepat dan ekonomis untuk deteksi dini kanker serta peningkatan terapi target (targeted therapy).

Emas atlet wanita Iran di lintasan atletik

Pada pekan ini, dalam lanjutan kompetisi atletik, Farzaneh Fasihi, sprinter tim nasional Iran, tampil gemilang dalam kejuaraan indoor di Budapest, Hungaria.Ia pada nomor 60 meter dengan catatan waktu 7,31 detik tidak hanya meraih medali emas, tetapi juga mengukuhkan dirinya sebagai pelari wanita tercepat Asia pada nomor ini pada tahun 2026.Kemenangan ini diraih di Stadion Puskás dalam kompetisi ketat yang diikuti para atlet unggulan cabang olahraga tersebut.

Tim nasional futsal Iran, juara Piala Asia Futsal 2026

Final Piala Asia Futsal 2026 antara tim Iran dan tuan rumah Indonesia digelar pada Sabtu malam, dan pada akhirnya tim Iran berhasil mengalahkan lawannya melalui adu penalti serta meraih gelar juara Asia ke-14 dalam sejarahnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *