AUTENTIKWOMAN.Com– Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) dalam sebuah pernyataan menegaskan para pembela gagah berani Iran memperingatkan musuh agar tidak melakukan kesalahan perhitungan, serta menegaskan bahwa mereka akan berdiri dengan berani menghadapi segala bentuk fitnah, kerusuhan, perang kognitif, ancaman keamanan, maupun pelanggaran teritorial.
Dalam pernyataan IRGC yang diterbitkan merupakan jawaban tegas terhadap sebuah fitnah yang kompleks dan berlapis, yang dirancang oleh pusat operasi musuh asing dengan dukungan sebagian elemen dalam negeri, dan yang menargetkan keamanan nasional serta kohesi sosial. Namun, bangsa Iran yang berjiwa Asyura dengan kehadiran puluhan juta rakyat secara sadar berhasil menggagalkan konspirasi besar tersebut dan membawa revolusi melewati masa yang genting.
Pernyataan itu menambahkan bahwa musuh-musuh Revolusi Islam masih berusaha dengan menggunakan instrumen modern perang kognitif, operasi psikologis, dan penciptaan narasi untuk menghidupkan kembali fitnah serupa. Penyebaran keputusasaan, penanaman rasa takut, dan dorongan untuk menyerah kepada musuh dalam kondisi saat ini disebut sebagai contoh nyata perilaku fitnah.
Sebaliknya, IRGC dan Basij, selain siap menghadapi ancaman eksternal, juga tetap waspada terhadap intrik sebagian pengacau yang terbuai, dan dengan bimbingan pemimpin bijak Revolusi serta ketajaman rakyat pemberani, mereka akan menggagalkan rencana-rencana tersebut.
Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) dalam pernyataannya, dengan merujuk pada perkembangan terbaru di kawasan dan perang 12 hari yang dipaksakan oleh Amerika Serikat dan rezim Zionis terhadap Republik Islam Iran, menyatakan perang tersebut merupakan contoh menonjol dari ancaman gabungan yang melampaui konflik militer terbatas, dengan dimensi keamanan, psikologis, dan ekonomi yang luas. Pengalaman perang ini menunjukkan bahwa ajaran 9 Dey tetap memainkan peran penting dalam meningkatkan ketahanan nasional dan memperkuat daya tangkal Republik Islam.
IRGC selanjutnya menegaskan bahwa konsolidasi nasional dan persatuan suci bangsa Iran dalam menghadapi fitnah dan ancaman selama 47 tahun terakhir, khususnya dalam fitnah tahun 2009 (1388) dan perang 12 hari yang dipaksakan, merupakan hasil interaksi cerdas dari empat unsur: kepemimpinan bijaksana, kehadiran sadar rakyat, modal spiritual Asyura, dan pertolongan Ilahi. Pola ini, menurut pernyataan tersebut, tetap menjadi penopang bagi Republik Islam dalam melewati tantangan domestik maupun global.
Dalam pernyataannya, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menegaskan dengan memperbarui komitmen terhadap cita-cita Imam Khomeini (ra), para syuhada Revolusi, Perang Pertahanan Suci, para pembela tempat suci, serta syuhada keamanan dan pelayanan, IRGC yang kuat dan berbasis rakyat bersama para pembela gagah berani Iran akan dengan tegas memperingatkan musuh agar tidak melakukan kesalahan perhitungan.
Mereka menekankan bahwa akan berdiri dengan berani menghadapi segala bentuk fitnah, kerusuhan, perang kognitif, ancaman keamanan, maupun pelanggaran teritorial, serta dengan penuh kekuatan menjaga kemerdekaan, keamanan, kehormatan, dan kekuatan Republik Islam Iran.
Epos 9 Dey, atau demonstrasi 9 Dey, adalah kehadiran dan aksi jalanan rakyat Iran pada tanggal 9 Dey 1388 (30 Desember 2009) untuk mendukung Republik Islam Iran dalam menghadapi fitnah tahun 2009.











