AUTENTIKWOMAN.Com– AS dan Iran meningkatkan tekanan mereka terhadap Irak dalam bayang-bayang perang di antara mereka. Washington menuduh faksi-faksi yang terkait dengan pemerintah Baghdad ‘memberikan dukungan keuangan dan operasional kepada milisi Iran’ dan menuntut agar ‘pelaku serangan’ diungkapkan, sementara Teheran memuji ‘perlawanan dan ketabahan rakyat Irak’.
Dalam pernyataannya yang dikutip oleh kantor berita Iran kemarin, Qaani mengatakan, “Adalah hak rakyat Irak untuk membentuk pemerintahan, dan Irak terlalu besar bagi orang lain untuk ikut campur,” mengacu pada Amerika Serikat.
Di sisi lain, dalam pernyataan yang dibuat kemarin oleh Kedutaan Besar AS di Baghdad, ‘pihak-pihak yang berafiliasi dengan pemerintah dituduh memberikan dukungan politik, keuangan dan operasional kepada milisi yang berafiliasi dengan Iran’.
Dalam perkembangan lain, pasukan Kerangka Koordinasi (Syiah) mengumumkan kemarin malam bahwa sesi itu ditunda hingga Rabu, membantah laporan Reuters bahwa Basim al-Badri dinominasikan sebagai kandidat perdana menteri untuk menggantikan Nouri al-Maliki.






