AUTENTIKWOMAN.Com– Kementerian Luar Negeri Indonesia menegaskan bahwa serangan berulang terhadap pasukan penjaga perdamaian PBB (UNIFIL) di Lebanon Selatan tidak dapat diterima. Pernyataan ini disampaikan dalam sebuah pernyataan resmi yang dirilis pada Selasa.
Kemlu RI mengutuk keras serangan kedua berturut‑turut di wilayah selatan Lebanon yang menewaskan anggota pasukan penjaga perdamaian PBB. “Kami mengecam sekeras‑kerasnya serangan kedua yang menelan korban jiwa anggota UNIFIL,” demikian pernyataan tersebut.
Kemlu RI menegaskan bahwa serangan berulang terhadap personel penjaga perdamaian Indonesia di Lebanon Selatan “tidak dapat diterima”. Dalam pernyataan itu disebutkan bahwa rangkaian serangan mematikan ini menunjukkan memburuknya situasi keamanan di wilayah tersebut, di mana operasi militer Israel menempatkan pasukan internasional pada risiko serius.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Prancis Jean‑Noël Barrot sebelumnya juga menyampaikan kecaman keras terhadap tindakan militer Israel yang menyasar pasukan UNIFIL di Lebanon Selatan. Dia menegaskan bahwa serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian “tidak dapat dibenarkan dalam kondisi apa pun”.
Barrot menyampaikan bahwa menyusul insiden yang mengancam keselamatan pasukan perdamaian, Prancis secara resmi meminta Dewan Keamanan PBB menggelar pertemuan darurat untuk membahas situasi tersebut.
Pada Senin malam, UNIFIL mengumumkan bahwa dua anggotanya tewas dan dua lainnya terluka akibat ledakan yang menghancurkan kendaraan mereka di dekat wilayah Bani Hayyan, Lebanon Selatan.











