AUTENTIKWOMAN.Com– Di dunia saat ini, setiap kali api perang berkobar, para pemilik pabrik senjata mendengar suara lain: kenaikan nilai saham dan keuntungan yang lebih besar.
Mengutip Al Jazeera, Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI) dalam laporan terbarunya menyebutkan bahwa pendapatan 100 perusahaan senjata terbesar dunia pada tahun 2024 mencapai rekor 679 miliar dolar AS, meningkat hampir 6 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Kisah ini berawal dari Gaza dan Ukraina—dua medan perang yang menjadi motor penggerak pasar senjata global. Di Amerika Serikat, raksasa seperti Lockheed Martin dan Northrop Grumman mencatat pendapatan miliaran dolar, meski proyek mahal seperti jet tempur F-35 masih bergulat dengan keterlambatan dan pembengkakan anggaran.
Perusahaan SpaceX milik Elon Musk juga untuk pertama kalinya masuk dalam daftar produsen militer terkemuka dunia, setelah pendapatan sektor pertahanannya pada 2024 melonjak lebih dari dua kali lipat dibandingkan 2023, mencapai 1,8 miliar dolar AS.
Di Eropa, perusahaan Jerman dan Ceko mencatat lonjakan signifikan dalam penjualan artileri dan sistem pertahanan, menempatkan diri mereka di garis depan sebagai pemasok utama perang Ukraina.
Namun kisah ini tidak terbatas pada Barat. Israel, di tengah perang Gaza, meningkatkan pendapatan militernya sebesar 16 persen. Tiga perusahaan besar Israel—Elbit, Industri Dirgantara Israel, dan Rafael—meraup miliaran dolar keuntungan, sementara permintaan atas sistem anti-drone mereka melonjak ke tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya setelah serangan rudal Iran.
Di Asia, Tiongkok mengalami penurunan pendapatan dan menghadapi tuduhan korupsi dalam kontrak militer, sehingga mundur dari persaingan. Sebaliknya, Jepang dan Korea Selatan mencatat pertumbuhan pesat penjualan ke Eropa dan pasar domestik, mengisi kekosongan yang ditinggalkan Tiongkok. Turki juga mencetak rekor baru dalam ekspor militer melalui drone Baykar.
Narasi ini bukan sekadar angka, melainkan kisah tentang dunia di mana setiap krisis berubah menjadi peluang bagi perusahaan senjata untuk meraih keuntungan. Bagi Iran dan kawasan sekitarnya, pesannya jelas: setiap ketegangan geopolitik tidak hanya mengancam keamanan, tetapi juga semakin memanaskan pasar senjata; pasar yang keuntungannya masuk ke kantong produsen dan biayanya ditanggung oleh rakyat.











