AUTENTIKWOMAN.Com– Bank Sentral Eropa, menyampaikan prioritas pengawasannya untuk tiga tahun ke depan, memperingatkan bahwa bank-bank di kawasan euro harus mempersiapkan diri menghadapi guncangan yang akan “tanpa preseden.”
Bank Sentral Eropa pada Selasa, 18 November 2025, menyatakan guncangan ini dapat menimbulkan gangguan parah dengan dampak luas terhadap sistem keuangan.
Bank Sentral Eropa sejak lama menekankan bahwa bank-bank negara Eropa sedang berhadapan dengan sebuah realitas baru; realitas di mana guncangan—mulai dari tarif perdagangan hingga serangan siber—semakin meningkat, dan bank-bank harus mempersiapkan diri untuk berbagai skenario berbeda tanpa mengetahui secara pasti bentuk krisis berikutnya.
Bank-bank di kawasan euro memasuki fase risiko baru yang jauh lebih tidak pasti. Bank Sentral Eropa (ECB) menegaskan lembaga keuangan harus bersiap menghadapi potensi guncangan ekstrem yang dampaknya bisa menjalar luas ke sistem keuangan.
Dikutip reuters.com, selasa lalu, otoritas menempatkan isu ketahanan perbankan sebagai prioritas pengawasan untuk tiga tahun ke depan.
ECB melihat frekuensi guncangan meningkat, mulai dari tekanan perdagangan hingga serangan siber. Kondisi ini menuntut bank memiliki buffer modal kuat, teknologi yang mutakhir, manajemen yang responsif terhadap dinamika pasar, dan kesediaan menerima pengawasan yang lebih intrusif.
“Ketegangan geopolitik dan perubahan kebijakan perdagangan, krisis iklim dan alam, perubahan demografi dan gangguan teknologi memperburuk kerentanan struktural, sehingga kemungkinan terjadinya peristiwa ekstrem dengan probabilitas rendah menjadi sangat tinggi,” ujar ECB.
Karena risiko bersifat tidak terduga, ECB menyiapkan reverse stress test untuk memetakan potensi skenario krisis yang dapat menggerus modal bank. Meski demikian, kinerja perbankan masih solid berkat ekonomi yang stabil dan inflasi yang terkendali. ECB memastikan persyaratan modal tidak berubah pada 2026, termasuk CET1 yang tetap 11,2%, sementara Pillar 2 guidance akan dilonggarkan.
Namun ECB menilai situasi kondusif saat ini tidak akan bertahan lama. Mereka mengingatkan risiko negatif masih besar, terutama dari ketegangan perdagangan AS-Uni Eropa yang bisa memukul sektor ekspor seperti otomotif, kimia, dan farmasi berpotensi menurunkan kualitas aset.
“Risiko penurunan yang signifikan masih ada, terutama akibat ketegangan perdagangan AS-UE dan risiko geopolitik yang lebih luas, yang dapat memengaruhi sektor-sektor dengan volume ekspor tinggi ke Amerika Serika yang berpotensi menyebabkan penurunan kualitas aset,” tulis ECB.
ECB juga menilai pasar rentan dikoreksi karena valuasi aset yang tidak sepenuhnya mencerminkan risiko politik. Untuk menekan potensi lonjakan kredit macet, pengawasan akan diarahkan pada penyaluran kredit yang lebih hati-hati dan pengelolaan risiko yang lebih ketat.












