AUTENTIKWOMAN.Com– Mahkamah Agung Inggris secara resmi mendaftarkan permohonan banding dari Perusahaan Minyak Nasional Iran terkait kasus kontroversial penyitaan gedung Dana Pensiun Karyawan Minyak di London, untuk diproses dalam tahap akhir.
Kasus yang dikenal sebagai “Crescent” ini berawal dari kontrak gas tahun 2001 antara Perusahaan Minyak Nasional Iran dan perusahaan Emirat, Crescent. Setelah muncul perselisihan, kontrak tersebut dirujuk ke arbitrase internasional, dan putusan yang dihasilkan menjadi dasar klaim finansial saat ini.
Dalam beberapa tahun terakhir, perusahaan Crescent dengan mengacu pada putusan tersebut telah mengajukan tuntutan di sejumlah pengadilan, termasuk di Inggris, untuk mengidentifikasi dan menyita aset yang dikaitkan dengan Perusahaan Minyak Nasional Iran. Kasus penyitaan gedung Dana Pensiun Karyawan Minyak di London merupakan salah satu manifestasi dari proses tersebut.
Dengan pendaftaran resmi permohonan banding oleh Perusahaan Minyak Nasional Iran di Mahkamah Agung Inggris, kasus penyitaan gedung berharga Dana Pensiun Karyawan Industri Minyak Iran di London (dikenal sebagai Rumah Minyak) memasuki tahap penentuan nasib. Keputusan ini membuka peluang baru dalam salah satu pertarungan hukum paling kompleks yang dihadapi Iran dalam dekade terakhir.
Perkembangan hukum ini terjadi setelah putusan Pengadilan Banding London yang memenangkan perusahaan Emirat, Crescent, dan membuka jalan bagi penyitaan properti tersebut. Crescent mengklaim bahwa Perusahaan Minyak Nasional Iran, dengan memindahkan kepemilikan gedung kepada Dana Pensiun, bermaksud menghindari pembayaran kewajiban yang timbul dari sebuah putusan arbitrase internasional. Pengadilan tingkat bawah di Inggris sebelumnya telah menyatakan bahwa pemindahan tersebut “tidak sah.”
Dengan masuknya Mahkamah Agung Inggris, seluruh perkara kini akan kembali ditinjau secara menyeluruh. Lembaga ini, yang merupakan satu-satunya otoritas berwenang untuk mengubah putusan pengadilan tingkat bawah di Inggris, biasanya hanya menangani kasus-kasus dengan kepentingan publik yang tinggi. Tim pengacara Iran menjadikan “perbedaan pendapat di antara hakim Pengadilan Banding” sebagai titik kuat dalam permohonan kasasi.
Dari sisi kemanusiaan, lebih dari 200 ribu pegawai dan pensiunan industri minyak, yang kepentingannya bergantung pada gedung tersebut, telah mengajukan petisi dengan 15 ribu tanda tangan untuk menegaskan kepemilikan Dana Pensiun. Kasus yang berakar pada kontrak gas tahun 2001 ini telah menjadi simbol tantangan hukum Iran di Barat. Kini sorotan tertuju pada Mahkamah Agung Inggris: apakah lembaga ini akan mengubah jalur hukum demi kepentingan Iran?












