6 Hari Serang Iran, Ekonomi Israel per pekan Rugi Rp46,5 Triliun

AUTENTIKWOMAN.Com– Perang antara Amerika Serikat dan Israel menghadapi Iran membawa kerugian ekonomi bagi Israel. Biaya yang harus ditanggung ekonomi Israel akibat perang dengan Iran diperkirakan mencapai 9,4 miliar shekel Israel (3 miliar dolar AS atau sekitar Rp 46,5 triliun) per pekan jika pembatasan aktivitas ekonomi di seluruh negeri tetap diberlakukan.

Peringatan ini disampaikan Kementerian Keuangan Israel, pada Rabu, 4 maret 2026. Dalam surat yang dikirim kepada Kepala Komando Pertahanan Dalam Negeri Israel, Mayor Jenderal Shai Klapper, Direktur Jenderal Kementerian Keuangan Ilan Rom meminta pelonggaran pembatasan untuk memungkinkan pembukaan kembali bisnis dan tempat kerja secara bertahap mulai Kamis, 5 Maret 2026.

“Tidak ada perselisihan mengenai perlunya mempertahankan kebijakan pertahanan yang disesuaikan dengan situasi keamanan. Namun, pada saat yang sama, penutupan ekonomi secara luas menimbulkan dampak ekonomi yang besar,” kata Rom.

“Kita membutuhkan solusi yang dapat menjawab kebutuhan keamanan Pertahanan Dalam Negeri sekaligus kebutuhan ekonomi, setelah dua setengah tahun perekonomian (Israel) harus membayar harga mahal akibat peningkatan kebutuhan keamanan dan dampak perang dengan Hamas,” ujarnya.

Komando Pertahanan Dalam Negeri IDF menolak berkomentar ketika dihubungi The Times of Israel.

Setelah Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap Iran pada Sabtu, 28 Februari 2026, yang memicu serangan balasan rudal dari Republik Islam Iran, Komando Pertahanan Dalam Negeri IDF mengeluarkan pedoman nasional yang melarang semua pertemuan, kegiatan pendidikan, dan aktivitas tempat kerja, kecuali untuk bisnis penting.

Pedoman tersebut membatasi perjalanan ke tempat kerja dan memaksa karyawan bekerja dari rumah, sementara sekolah tetap ditutup.

Kini Rom meminta Klapper mengubah pembatasan Komando Pertahanan Dalam Negeri dari hanya mengizinkan aktivitas penting menjadi aktivitas terbatas, yang dikenal sebagai tingkat siaga oranye, menggantikan tingkat merah yang berlaku saat ini.

Personel layanan darurat memeriksa kerusakan di lokasi sebuah bangunan yang terkena rudal Iran di Tel Aviv, Israel, 1 Maret 2026. – (EPA/ABIR SULTAN)

Di bawah pembatasan saat ini, kerugian mingguan bagi perekonomian diperkirakan mencapai 9,4 miliar shekel Israel, dengan mempertimbangkan penutupan lembaga pendidikan, larangan aktivitas tempat kerja, dan mobilisasi tentara cadangan, kata Kementerian Keuangan.

Rom menekankan kerugian mingguan terhadap perekonomian di bawah pembatasan aktivitas atau tingkat oranye, diperkirakan sekitar 4,5 miliar shekel Israel (1,5 miliar dolar AS). Angka ini kurang dari setengah biaya kerugian pada tingkat merah.

“Kebijakan ini akan memungkinkan perluasan aktivitas ekonomi sambil tetap menjaga keamanan dalam negeri dengan cara yang memenuhi kebutuhan ekonomi dan keamanan,” ujar Rom.

Rom menambahkan, biaya yang harus ditanggung perekonomian Israel sebagai bagian dari aktivitas pada tingkat siaga oranye diperkirakan tetap memiliki implikasi ekonomi signifikan. “Namun, kami menilai langkah ini mencerminkan keseimbangan yang diperlukan dalam situasi saat ini serta memungkinkan aktivitas ekonomi minimum tetap berjalan dengan pembatasan keamanan yang diperlukan,” tambahnya.

Dalam skema pembatasan aktivitas terbatas, kegiatan ekonomi dan tempat kerja diizinkan dengan syarat berada di dekat ruang perlindungan, sementara lembaga pendidikan tetap ditutup.

CEO Manpower Group Israel, Dror Litvak mengatakan pengusaha yang memiliki ruang aman dapat dan harus membuka tempat kerja mereka. Tapi mereka juga harus menjelaskan kepada karyawan, pintu terbuka jika mereka ingin pulang ke rumah.

“Ini bukan langkah untuk mengabaikan situasi keamanan, melainkan bentuk adaptasi terhadap kondisi tersebut,” ujarnya. “Dari perspektif karyawan, pekerjaan merupakan jaminan ekonomi sekaligus jangkar psikologis”.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *