Imam Ali Khamenei dalam sambungan video dengan masyarakat Azerbaijan Timur pada 28 Bahman 1400 Hs mengatakan,“Anda melihat front arogansi global berdiri melawan Revolusi dan rakyat revolusioner Iran serta memusuhi sedemikian rupa, karena Revolusi masih hidup. Jika Revolusi tidak hidup, mereka tidak akan memiliki alasan untuk menunjukkan begitu banyak kejahatan dan permusuhan terhadap bangsa Iran.
Lalu apa makna ‘hidupnya Revolusi’? Artinya keterikatan generasi baru negara terhadap cita-cita Revolusi. Saat ini, rakyat tetap terikat pada cita-cita yang dikemukakan Revolusi: kemerdekaan nasional, kehormatan nasional, kesejahteraan nasional, keadilan sosial, terwujudnya masyarakat Islam, dan pada akhirnya—sebagaimana telah kami sampaikan—pembangunan peradaban Islam modern. Inilah tujuan-tujuan besar Revolusi. Rakyat kita saat ini mencintai tujuan-tujuan ini dan merasa terikat kepadanya; mereka benar-benar berbuat apa pun yang dapat mereka lakukan—mayoritas besar bangsa memiliki keterikatan ini.”
Memberikan Model kepada Dunia dalam Mengelola Sebuah Negara
Imam Khamenei dalam pertemuan dengan para mahasiswa pada 19 Farvardin 1403 Hs juga menyatakan, “Kita harus mengejar cita-cita. Menurut saya, Republik Islam dapat merangkum cita-citanya dalam dua tujuan besar:
Mengelola negara dengan cara Islami
Memberikan sebuah model kepada masyarakat dunia tentang bagaimana mengelola sebuah negara dengan baik.Kedua hal ini adalah cita-cita. Kalian harus berupaya mewujudkannya, memikirkan dan bekerja pada jalur-jalur yang dapat merealisasikan dua tujuan besar ini.”
Masyarakat Barat akan Menjadi Kosong dan Hampa dari Dalam
Pemimpin Besar Revolusi Islam dalam pertemuan dengan para komandan Korps Pengawal Revolusi Islam pada 28 Shahrivar 1395, menegaskan,“Idealitas sejalan dengan rasionalitas. Jika suatu bangsa kehilangan cita-cita, mereka akan menjadi kosong dan hampa dari dalam—seperti keadaan masyarakat Barat saat ini.”
Imam Khamenei dalam pertemuan dengan para cendekiawan dan mahasiswa pada 13 Dey 1395 juga menekankan bahwa perhatian serius terhadap cita-cita agama, ketuhanan, serta komitmen revolusioner merupakan syarat kemajuan sejati Iran. Beliau menegaskan bahwa hal ini harus menjadi perhatian khusus dalam semua bidang negara, termasuk ekonomi, politik, penelitian ilmiah, administrasi pemerintahan, dan pemilihan para pengelola menajerial.






