Perlawanan Somalia terhadap Rencana Zionis yang Berbahaya di Somaliland

AUTENTIKWOMAN.Com– Somalia memberi peringatan kepada rezim Zionis mengenai pemindahan paksa warga Palestina ke Somaliland.

Dikutip Pars Today, Mohammad Omar, Menteri Negara untuk Urusan Luar Negeri Somalia, mengatakan bahwa rezim Zionis berencana untuk memindahkan warga Palestina dari Gaza secara paksa ke wilayah “Somaliland” dan meminta komunitas internasional untuk campur tangan segera guna mencegah implementasi rencana ini oleh Tel Aviv. Ia menekankan pentingnya menghormati integritas wilayah Somalia, dan menegaskan bahwa negaranya tidak akan berunding dengan pihak manapun yang melanggar kedaulatan dan integritas teritorialnya.

Pejabat Somalia ini juga mencatat bahwa pengakuan terhadap wilayah separatis “Somaliland” tidak akan membantu perdamaian, melainkan justru akan meningkatkan ketidakstabilan di kawasan tersebut, dan Mogadishu tidak akan pernah tunduk pada tekanan untuk bernegosiasi. Omar mengingatkan rezim Zionis dan menolak setiap bentuk negosiasi dengan mereka mengenai Somaliland, serta memberi peringatan kepada Tel Aviv terkait kemungkinan pendirian pangkalan militer di wilayah tersebut.

Hassan Sheikh Mohamud, Presiden Somalia

Selain itu, Hassan Sheikh Mohamud, Presiden Somalia, dalam pertemuan ke-17 di Doha, Qatar, menyatakan pentingnya Laut Merah sebagai jalur vital perdagangan global dan memperingatkan bahwa setiap ancaman terhadap stabilitas jalur air ini akan memiliki konsekuensi luas terhadap ekonomi global. Dalam hal ini, ia memperingatkan langkah ilegal rezim Zionis yang mengakui Somaliland, dengan menyatakan bahwa tindakan tersebut melanggar kedaulatan dan integritas teritorial Somalia, serta mengancam stabilitas Tanduk Afrika dan Laut Merah.

Tindakan pemerintah Somalia untuk melawan separatisme Somaliland dilakukan dalam kerangka serangkaian tujuan politik, keamanan, dan kedaulatan. Somaliland telah menyatakan kemerdekaannya secara sepihak sejak tahun 1991, tetapi tidak ada negara yang mengakuinya. Namun, rezim Zionis, dalam upaya ekspansionisnya, mengakui Somaliland pada Desember 2025. Dalam beberapa tahun terakhir, dengan meningkatnya persaingan regional di Tanduk Afrika dan masuknya pemain luar, masalah Somaliland menjadi semakin sensitif bagi Mogadishu, dan pemerintah pusat telah berusaha untuk mencegah penguatan gerakan separatis melalui alat diplomatik, hukum, dan keamanan.

Tujuan pertama Somalia adalah untuk menstabilkan integritas teritorial dan mencegah terbentuknya preseden berbahaya di wilayah tersebut. Pemerintah Mogadishu khawatir bahwa pengakuan resmi atau tidak resmi terhadap Somaliland oleh beberapa pihak luar, khususnya dalam kerangka kesepakatan ekonomi atau keamanan, dapat melemahkan posisi pemerintah pusat dan mendorong wilayah lain untuk mengikuti jejak serupa. Oleh karena itu, Somalia berusaha meningkatkan aktivitas diplomatiknya, memberikan peringatan mengenai konsekuensi hukum dari pemisahan, dan menarik dukungan dari Uni Afrika dan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk mencegah legitimasi Somaliland.

Tujuan kedua adalah untuk mencegah pengaruh kekuatan luar di wilayah yang memiliki kepentingan geopolitik tinggi ini. Tanduk Afrika telah menjadi arena persaingan negara-negara berbeda dalam beberapa tahun terakhir, dan Somalia khawatir bahwa interaksi langsung beberapa negara, khususnya rezim Zionis, dengan Somaliland, terutama di bidang pelabuhan dan militer, dapat menyebabkan terjadinya perpecahan lebih dalam dalam struktur negara. Tindakan baru Somalia sebenarnya merupakan upaya untuk mengendalikan proses ini dan mencegah Somaliland menjadi titik tumpu bagi pemain luar.

Tujuan ketiga adalah memperkuat kohesi internal dan mengirimkan pesan kekuatan kepada kelompok-kelompok lokal.

Pemerintah Somalia dengan mengambil sikap yang lebih keras dan lebih aktif terhadap Somaliland berusaha untuk menunjukkan bahwa mereka memiliki kemampuan untuk menerapkan kedaulatan dan mengelola krisis internal. Tindakan ini juga merupakan bagian dari upaya yang lebih luas untuk membangun kembali negara, memperkuat lembaga-lembaga keamanan, dan meningkatkan kepercayaan publik terhadap struktur pemerintah pusat.

Tindakan Somalia untuk mencegah terlaksananya rencana berbahaya Israel di Somaliland tampaknya bukan hanya respons terhadap gerakan separatis di wilayah tersebut, tetapi juga bagian dari strategi yang lebih luas untuk menjaga kesatuan nasional, mencegah campur tangan asing, dan memperkuat pemerintah pusat di salah satu wilayah yang paling sensitif di Afrika.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *