AUTENTIKWOMAN.Com– Pengakuan seorang senator Republik Amerika tentang kekuatan militer Iran dan kerentanan pasukan Amerika jika terjadi perang, sekali lagi menyoroti daya tangkal Tehran.
Melaporkan dari ISNA, pada Selasa, 17 Februari 2026, Lindsey Graham, senator Republik dari negara bagian Carolina Selatan, dalam pertemuan dengan Benjamin Netanyahu, Perdana Menteri rezim Zionis, seraya mengakui kekuatan militer Iran, mengatakan, jika perang dengan Iran dimulai, tentara kita di wilayah pasti akan terluka.
Pernyataan ini disampaikan ketika pejabat Amerika tersebut, seraya memperingatkan tentang konsekuensi setiap serangan, menilai kemampuan rudal Iran sebagai faktor penentu dalam kalkulasi keamanan kawasan.
Berdasarkan laporan Times of Israel, Graham menegaskan bahwa jika terjadi serangan besar-besaran, respons Tehran akan “pasti dan efektif”. Menurut senator Amerika ini, Iran memiliki banyak rudal balistik dan dapat melukai Amerika serta Israel.” Sikap ini pada dasarnya dianggap sebagai pengakuan eksplisit atas peran penangkal kekuatan militer Iran terhadap skenario-skenario petualang.
Lindsey Graham juga mengklaim tidak ada perbedaan antara Donald Trump dan Netanyahu tentang cara menghadapi Iran, dan berbicara tentang dua jalur: “diplomasi untuk perubahan rezim politik Iran” dan “opsi militer”. Klaim yang dinilai dalam kerangka kebijakan intervensi Washington dan bertentangan dengan prinsip hukum internasional.
Daya Tangkal Iran terhadap Opsi Militer
Pengakuan Graham tentang kerentanan pasukan Amerika di kawasan menunjukkan evaluasi realistis kalangan politik Amerika tentang biaya konfrontasi dengan Iran. Biaya yang meningkat berkat pengembangan kemampuan pertahanan dan rudal Republik Islam dalam beberapa tahun terakhir.
Dalam bagian lain pernyataannya, merujuk pada kerja sama Abu Dhabi dan Tel Aviv,d ia memuji peran Mohammed bin Zayed Al Nahyan, Presiden Uni Emirat Arab, dan mengusulkan penguatan payung pertahanan Amerika di kawasan.
Pernyataan ini disampaikan di tengah keyakinan para pakar bahwa penekanan pejabat Amerika pada opsi militer, lebih merupakan alat tekanan politik daripada strategi operasional. Karena realitas lapangan, termasuk kekuatan militer Iran dan jejaring penangkalan regional, telah membuat setiap tindakan militer menjadi mahal dan tidak terduga






