AUTENTIKWOMAN.Com–
Mahasiswa India memprotes kesepakatan dagang dengan AS dan kasus Epstein, mempertanyakan kebijakan luar negeri dan ekonomi pemerintah.
Menurut laporan yang diterbitkan oleh Times of India, Uni Mahasiswa Nasional India (NSUI) menggelar aksi unjuk rasa di Kota Jaipur, menentang kesepakatan dagang yang diusulkan antara India dan Amerika Serikat serta kasus Epstein.
Para pemimpin organisasi ini menyatakan bahwa penghapusan tarif dan kemudahan masuknya barang-barang Amerika dapat merugikan produsen lokal, petani, dan usaha kecil di India. Mereka juga menuduh pemerintah tidak transparan dalam menyampaikan rincian kesepakatan dan menghalangi diskusi menyeluruh di parlemen, serta menuntut peninjauan kembali kebijakan perdagangan.
Protes ini tidak hanya terbatas pada mahasiswa; dalam beberapa hari terakhir, serikat petani dan partai oposisi juga menyuarakan kekhawatiran serupa. Menurut laporan lain, para petani memperingatkan bahwa pengurangan tarif dapat menyebabkan masuknya produk bersubsidi dari Amerika dan menurunkan daya saing produsen lokal, masalah yang bisa mengancam mata pencaharian jutaan orang.
Dari perspektif analisis, protes ini menunjukkan adanya kesenjangan mendalam dalam kebijakan ekonomi India. Pemerintah melihat kesepakatan ini sebagai langkah untuk memperluas perdagangan dan memperkuat hubungan dengan AS, tetapi para kritikus menganggapnya sebagai ancaman bagi kemandirian ekonomi dan keamanan mata pencaharian kelompok rentan. Situasi ini mengingatkan pada protes besar-besaran petani di tahun-tahun sebelumnya, yang menunjukkan bahwa kebijakan ekonomi terkait perdagangan luar negeri dapat dengan cepat berubah menjadi krisis sosial dan politik.
Bersamaan dengan itu, menurut National Herald, ratusan anggota Kongres Pemuda India berkumpul di Delhi dan menuntut penyelidikan terhadap dokumen yang dikenal sebagai “kasus Epstein.” Dokumen-dokumen ini, yang diterbitkan oleh Departemen Kehakiman AS, menyebutkan interaksi internasional dan beberapa tokoh yang terkait dengan India. Para pengunjuk rasa menuduh pemerintah bersikap diam terkait isu ini dan menganggapnya sebagai tanda kurangnya transparansi dalam hubungan luar negeri, terutama dengan Amerika Serikat.
Dari perspektif analisis, protes ini mencerminkan meningkatnya penentangan domestik terhadap arah kebijakan luar negeri pemerintah India. Para kritikus berpendapat bahwa kedekatan yang semakin meningkat dengan AS, baik di bidang ekonomi maupun politik, dapat memengaruhi kemandirian strategis India. Bersamaan dengan itu, munculnya protes terkait kesepakatan dagang dan dokumen Epstein menunjukkan bahwa hubungan Delhi–Washington telah menjadi salah satu fokus utama ketegangan politik di dalam negeri India.






