Lembaga GoodStats Beberkan Dukungan Rakyat Indonesia ke Iran Terus Meningkat

AUTENTIKWOMAN.Com– Hasil sebuah survei terbaru menunjukkan bahwa gelombang simpati terhadap Iran di kalangan opini publik Indonesia meningkat. Pada saat yang sama, kekhawatiran terhadap dampak ekonomi dan keamanan dari berlanjutnya agresi Amerika–Zionis menjadi perasaan dominan di negara tersebut.

Menurut laporan IRNA Senin, 23 maret 2026  yang mengutip Atase Kebudayaan Republik Islam Iran di Jakarta, hasil survei baru yang dilakukan oleh lembaga GoodStats menunjukkan bahwa opini publik di Indonesia menunjukkan kecenderungan yang cukup besar terhadap Iran dalam menanggapi perkembangan yang sedang berlangsung di Asia Barat.

Berdasarkan survei tersebut, 51 persen responden Indonesia menyatakan simpati terhadap Iran, sementara 44 persen mengambil posisi netral. Angka ini menunjukkan terbentuknya semacam simpati publik terhadap Iran di tengah masyarakat Indonesia.

Di antara para responden, “kekhawatiran” tercatat sebagai perasaan yang paling dominan. Hal ini menunjukkan bahwa konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran tidak dipandang oleh masyarakat Indonesia sekadar sebagai krisis geopolitik yang jauh, tetapi juga sebagai sesuatu yang memiliki potensi dampak ekonomi dan sosial bagi negara tersebut.

Para pakar meyakini bahwa kekhawatiran ini berakar pada ketergantungan ekonomi global terhadap jalur-jalur vital energi. Jalur seperti Selat Hormuz memainkan peran kunci dalam perdagangan minyak dunia, dan setiap gangguan pada jalur tersebut dapat dengan cepat menyebabkan kenaikan harga energi dan pada akhirnya meningkatkan biaya barang-barang kebutuhan pokok di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Indonesia, sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, selama ini menjalankan kebijakan luar negeri “bebas dan aktif” (Bebas Aktif). Namun demikian, meningkatnya simpati publik terhadap Iran dapat memunculkan pertanyaan mengenai pengaruh opini publik terhadap arah kebijakan luar negeri Indonesia di masa depan.

Survei ini juga mencerminkan tren yang lebih luas di negara‑negara Global South, di mana opini publik semakin sensitif terhadap perkembangan geopolitik. Dengan berlanjutnya krisis di Asia Barat, jarak antara sikap resmi pemerintah yang netral dan pandangan masyarakat di Indonesia mungkin akan menjadi salah satu tantangan bagi para pembuat kebijakan di negara tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *