AUTENTIKWOMAN.Com- Indeks kredibilitas global (NBI) mengungkapkan bahwa kredibilitas rezim Israel berada di peringkat terakhir (buncit) dalam tiga komponen utama: empati kemanusiaan, perspektif Generasi Z, dan ekspor produk.
Kantor Berita Quds melaporkan bahwa Nation Brands Index (NBI) 2025 mengungkapkan Israel berada di posisi terakhir dalam tiga komponen utama: simpati kemanusiaan, pandangan Generasi Z, dan ekspor produk.
Menurut laporan tersebut, Israel pada tahun 2025 menempati posisi terbawah dalam reputasi internasional dan citra luar negeri, dengan penurunan sebesar 6,1 persen—penurunan paling tajam sejak indeks ini diluncurkan sekitar dua dekade lalu.
Indeks NBI 2025 juga menunjukkan bahwa Otoritas Palestina untuk pertama kalinya ikut serta dalam indeks ini untuk tujuan perbandingan dan pemantauan. Hasilnya menegaskan bahwa citra Israel terus menurun sejak perang Gaza, dan tahun 2025 mencatat performa terburuk sejak indeks ini didirikan.
Berbeda dengan tahun sebelumnya, kritik internasional kali ini tidak hanya ditujukan kepada kabinet atau militer Israel, tetapi juga mencakup warga Israel di wilayah pendudukan yang kini dianggap bertanggung jawab langsung atas perkembangan di Gaza. Laporan tersebut menambahkan bahwa warga Israel di banyak negara dipandang sebagai elemen yang tidak diinginkan—sebuah perubahan yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sikap global.
Generasi Z, khususnya di negara-negara Barat, melihat Israel sebagai simbol kolonialisme dan tidak memiliki nilai-nilai liberal. Selain itu, boikot terhadap barang dan jasa Israel semakin meluas, dan merek-merek Israel mengalami penurunan drastis dalam popularitas di kalangan konsumen.
Indeks ini memperingatkan bahwa tren tersebut dapat menimbulkan kerugian ekonomi besar, termasuk menurunnya kepercayaan global, berkurangnya investasi asing, penurunan pariwisata, dampak negatif pada peringkat kredit, serta merusak posisi Tel Aviv sebagai rezim yang dianggap tidak sah dalam sistem internasional.
Laporan juga menyoroti bahwa Amerika Serikat, sebagai sekutu utama Israel, mengalami penurunan reputasi merek globalnya—proses yang semakin diperburuk sejak pemerintahan Donald Trump berkuasa.
Penelitian ini dilakukan pada Agustus–September 2025 dengan melibatkan 40 ribu peserta dari 20 negara, mencakup sekitar 70 persen populasi dunia, dan menjadi evaluasi terbaru atas posisi Israel setelah dua tahun perang di Gaza.






