AUTENTIKWOMAN.Com– China hari ini mengumumkan bahwa mereka menentang ‘semua upaya untuk mencaplok’ wilayah Palestina. Pernyataan ini muncul tak lama setelah kabinet keamanan Israel menyetujui langkah-langkah untuk meningkatkan kontrol di Tepi Barat yang diduduki.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian mengatakan pada konferensi pers, “China selalu menentang pembentukan permukiman baru di wilayah Palestina yang diduduki dan menentang semua upaya untuk mencaplok atau melanggar wilayah Palestina dengan cara apa pun.”
Di sisi lain, Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia, Volker Türk, mengatakan bahwa langkah-langkah baru Israel akan “lebih mengkonsolidasikan kontrol atas Tepi Barat yang diduduki dan mempercepat integrasi wilayah-wilayah ini ke Israel, sehingga memperkuat aneksasi ilegal.”
Volker Türk menyatakan bahwa langkah-langkah ini terjadi dalam konteks serangan pemukim terhadap warga Palestina di Tepi Barat, operasi pengungsian paksa, pembongkaran rumah, penyitaan tanah, pembatasan pergerakan dan pelanggaran lainnya. Pelanggaran ini telah didokumentasikan oleh Komisi Hak Asasi Manusia PBB.
Israel telah menduduki Tepi Barat sejak 1967. Kecuali Yerusalem Timur, lebih dari 500 ribu orang Israel tinggal di permukiman di Tepi Barat, yang ilegal di bawah hukum internasional. Ada sekitar 3 juta warga Palestina di wilayah tersebut.
Volker Turk mengatakan kemarin bahwa rencana Israel untuk memperluas permukiman dengan memperketat kontrolnya atas Tepi Barat merupakan langkah untuk membuat aneksasi ilegal wilayah itu permanen.






