Caracas, Korban Terbaru Kebijakan Lama Amerika Serikat

AUTENTIKWOMAN.Com– Pernyataan kesiapan Nicolás Maduro untuk bernegosiasi dengan Amerika Serikat dijawab dengan serangan militer ke Caracas kurang dari 24 jam kemudian; sebuah pola berulang dari Washington.

Dikutip Pars Today, kurang dari 24 jam setelah Maduro menyatakan bahwa sumur-sumur minyak Venezuela terbuka bagi Amerika dan menyerukan dialog dengan Washington, Caracas dibombardir.

Pada Kamis malam, banyak kantor berita dunia menyiarkan pesan video Maduro, di mana dia menyerukan dialog dengan Amerika Serikat.

Dalam wawancara dengan televisi pemerintah Venezuela pada Kamis malam, Maduro mengatakan bahwa ida siap berdialog dengan Amerika Serikat “kapan saja dan di mana saja yang mereka inginkan”. Namun, sikap lunak Maduro tersebut tidak membuat Amerika duduk di meja perundingan; sebaliknya, kurang dari 24 jam setelah pernyataan itu, Amerika Serikat justru membombardir Caracas.

Tampaknya tidak ada perubahan dalam pola kebijakan Amerika ini. Siapa pun yang berniat bernegosiasi dengan Amerika justru menjadi sasaran pemboman. Dalam dua dekade terakhir, Amerika Serikat berulang kali melakukan serangan militer atau pemboman setelah pihak lawan menunjukkan sikap lunak untuk bernegosiasi, bahkan di tengah proses perundingan dengan negara-negara sasaran.

Libya, 2011: Ketika perundingan internasional untuk mengakhiri krisis internal dan proses transisi kekuasaan sedang berlangsung, Amerika Serikat dan NATO melancarkan serangan udara besar-besaran terhadap pangkalan pemerintah dan infrastruktur militer, yang pada akhirnya berujung pada jatuhnya pemerintahan Muammar Gaddafi.

Irak, 2003: Saat perundingan diplomatik Perserikatan Bangsa-Bangsa mengenai inspeksi senjata dan penyelesaian ketegangan dengan Saddam Hussein masih berlangsung, Amerika Serikat melancarkan serangan militer dan memulai Perang Irak.

Afghanistan, 2001: Setelah serangan 11 September, Amerika Serikat melakukan perundingan rahasia dengan sejumlah kelompok dan negara kawasan untuk kerja sama melawan Al-Qaeda, namun secara bersamaan melancarkan serangan udara besar-besaran terhadap basis Taliban dan Al-Qaeda.

Suriah, 2018: Amerika Serikat dan sekutunya melancarkan serangan udara terhadap pemerintah Suriah sebelum perundingan resmi mengenai penurunan ketegangan, bahkan ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa dan pihak-pihak lain tengah melakukan mediasi.

Iran, 2025: Serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap fasilitas nuklir Iran pada 21–22 Juni 2025 terjadi pada saat perundingan nuklir antara Iran dan Amerika telah berlangsung lima putaran dan kedua pihak berada di ambang putaran keenam.

Dan kini, pada hari-hari pertama tahun 2026, Amerika Serikat kembali membombardir Caracas. Pengalaman-pengalaman ini menunjukkan bahwa pada praktiknya, bernegosiasi dengan Amerika tidak hanya tidak membuahkan hasil, tetapi bahkan merugikan negara-negara sasaran.

Tren ini merupakan pelajaran sejarah bagi seluruh dunia: menuju perundingan dengan Amerika Serikat berarti menerima Amerika tanpa syarat. Oleh karena itu, di hadapan pemaksaan Amerika, hanya ada dua pilihan bagi dunia: tunduk sepenuhnya atau melawan sepenuhnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *