Araghchi: Kami Bertindak dengan Itikad Baik, tapi Kami Teguh Mempertahankan Hak-hak Kami

AUTENTIKWOMAN.Com– Sayid Abbas Araghchi, Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran, pada hari ini Jumat, 6 Februari 2026, menjelang dimulainya perundingan di Muscat, menulis di akun pribadinya di platform X bahwa Iran memasuki jalur diplomasi dengan mata terbuka dan tanpa melupakan peristiwa-peristiwa tahun lalu.

Menurut laporan IRNA bidang kebijakan luar negeri, Menteri Luar Negeri Iran melanjutkan tulisannya: Kami memasuki interaksi ini dengan itikad baik, namun pada saat yang sama secara tegas mempertahankan hak-hak kami.

Kepala diplomasi Iran tersebut menegaskan bahwa komitmen harus dihormati, seraya menambahkan ksetaraan posisi, saling menghormati, dan kepentingan bersama bukan sekadar slogan, melainkan suatu keharusan yang tak terelakkan dan merupakan fondasi utama bagi tercapainya kesepakatan yang berkelanjutan.

Menurut IRNA, Sayid Abbas Araghchi pada dini hari ini, tiba di Bandara Muscat dan disambut oleh para pejabat negara tersebut. Dalam kunjungan ini, Araghchi didampingi oleh Majid Takht-Ravanchi (Wakil Menteri Luar Negeri bidang Politik), Esmail Baghaei (Juru Bicara Kementerian Luar Negeri), Hamid Ghanbari (Wakil Menteri Luar Negeri bidang Ekonomi), serta sejumlah diplomat Iran lainnya.

Putaran baru perundingan nuklir Iran dan Amerika Serikat, sebagaimana diumumkan oleh Menteri Luar Negeri Iran, akan digelar pada pagi hari ini (Jumat 6 Februari) di Muscat, ibu kota Oman. Berdasarkan pernyataan pejabat Amerika Serikat, Steve Witkoff, utusan dan perwakilan khusus Presiden AS untuk urusan Timur Tengah, serta Jared Kushner, menantu sekaligus penasihat Donald Trump, akan memimpin perundingan dengan Iran dari pihak Amerika Serikat. Witkoff telah tiba di Muscat beberapa jam sebelum kedatangan delegasi Iran.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *