Agen Mossad Mengancam Keselamatan Warga Iran Non-Politik di Luar Negeri

AUTENTIKWOMAN.Com– Laporan dari sejumlah kota tempat tinggal warga Iran di luar negeri menunjukkan adanya peningkatan perilaku mengancam dan tekanan jalanan dari unsur-unsur ekstremis yang berafiliasi dengan kelompok monarki (royalis) terhadap warga Iran biasa yang non-politik.

Dalam ruang persaingan kelompok-kelompok politik anti-revolusi di luar negeri, sebagian dari kelompok ini, seperti kaum royalis, untuk menarik orang-orang Iran menggunakan cara-cara perundungan, intimidasi, dan ancaman.

Menurut laporan Pars Today yang mengutip Fars, dalam konteks ini setiap hari muncul satu tindakan dan fenomena premanisme, baik oleh perempuan maupun laki-laki, yang direproduksi dalam ruang ini, dengan figur-figur seperti «Shaban Bimokh» dan «Pari Bolandeh» sebagai contoh simboliknya.

Para preman dan tukang kekerasan pada masa rezim Pahlavi merupakan bagian dari unsur-unsur kunci dalam penindasan para pengkritik dan penciptaan rasa takut serta teror publik di tengah masyarakat. Contohnya terlihat dalam kudeta 28 Mordad tahun 1332 (1953), ketika kelompok-kelompok ini memukuli para pengkritik dan menyerbu kantor-kantor surat kabar.

 

Menariknya, pola perilaku masa itu kini direproduksi kembali di luar negeri dan di negara-negara Barat yang mengklaim diri sebagai negara modern dan memiliki pemerintahan demokratis, oleh para unsur yang berafiliasi dengan Pahlavi.

 

Hal ini terjadi sementara kelompok-kelompok preman tersebut setiap hari semakin menonjol dalam kelompok royalis, dan dengan cara perundungan, makian, serta penghinaan, mereka mengancam warga Iran di luar negeri.

Hal ini terjadi sementara kelompok-kelompok preman tersebut setiap hari semakin menonjol dalam kelompok royalis, dan dengan cara perundungan, makian, serta penghinaan, mereka mengancam warga Iran di luar negeri.

Dalam konteks ini, baru-baru ini sejumlah individu tersebut secara berkelompok mendatangi toko-toko kecil milik warga Iran dan restoran-restoran, lalu mengancam mereka bahwa jika tidak memasang foto Reza Pahlavi, maka restoran dan tempat usaha mereka akan dirusak serta aktivitas bisnis mereka akan dihambat.

 

Di wilayah Los Angeles, tempat komunitas warga Iran di luar negeri terkonsentrasi, ancaman-ancaman ini lebih kuat. Orang-orang yang bukan royalis tidak diberi izin untuk bekerja dan mendapatkan tekanan.

Para pengguna Iran di media sosial telah menyampaikan protes keras terhadap pola hidup penuh perundungan ala Pahlavi ini, namun dilaporkan bahwa makian dan ancaman tersebut di kalangan kelompok royalis bersifat terorganisasi dan diarahkan secara sistematis.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *