AUTENTIKWOMAN.Com– Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), Ahmad Haikal Hasan atau biasa disapa Babe Haikal menyebut dunia sudah bergerak jauh meninggalkan pemahaman konvensional tentang halal. Dia menyayangkan diskursus halal di Indonesia masih sering terjebak pada isu “surga-neraka”.
“Sementara kita urusan halal masih surga, neraka mulu kayak panitia aja loh, wake up gitu loh. Halal tuh udah menjadi growth economic engine, itu kata orang China,” papar Babe Haikal saat Rakornas Kadin 2025 di Jakarta Selatan, kemarin.
Haikal mengaku dua kunjungannya ke China memperlihatkan betapa serius negara tersebut menggarap pasar halal. Ia menyebut pejabat China menyampaikan bahwa halal menjadi “growth economic engine”, dan hal ini selaras dengan sejarah produksi halal di negara itu sejak 1980-an.
“Dua kali saya selama periode ini ke China, di dua tempat dan dua-duanya menyebutkan halal growth economic engine kenapa? Tahun 80-an China udah bikin semua produknya halal,” bebernya.
Berbagai survei internasional menunjukkan persepsi positif terhadap konsep halal. Masyarakat Eropa menilai halal sebagai “elite food”. Survei Busan Pharmaceutical Company menyebut halal sebagai “double clean”. Masyarakat Inggris memandang halal sebagai “going back to green life and protect the world”.
Penilaian itu datang dari masyarakat non-muslim di negara maju. Haikal menilai Indonesia masih tertinggal dalam mengambil nilai tambah ekonomi dari konsep halal, sementara negara lain sudah menempatkan halal sebagai standar modern.
Dia melanjutkan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) menegaskan setiap proses dalam sertifikasi halal harus dijalankan sesuai aturan tanpa ruang kompromi.
Dia menyebut tidak ada toleransi bagi pelaku usaha yang mencoba mencari celah, termasuk menyuap atau menghindari prosedur resmi.
“Urusan halal itu non-negosiasi. Saya jelasin kepada orang-orang yang suka nyogok atau tidak mau lewat proses halal kelaut aja,” kata Babe Haikal.
BPJPH mencatat pemrosesan 10.147 sertifikat halal hanya dalam satu hari. Haikal menilai capaian ini menunjukkan pelayanan BPJPH semakin siap melayani masyarakat dan pelaku usaha.
BPJPH terus memperkuat sistem pelayanan digital, membangun kolaborasi, dan memastikan setiap produk memiliki jaminan halal yang terpercaya.
Haikal menilai Indonesia tidak boleh tertinggal dalam industri halal global. Ia menegaskan Indonesia perlu percaya diri mendorong regulasi halal, termasuk memastikan seluruh produk beredar dengan label halal atau non-halal.
Menurutnya, negara-negara lain sudah menjadikan halal sebagai kekuatan ekonomi, sementara Indonesia masih sibuk dengan perdebatan yang dia nilai tidak relevan.






