AUTENTIKWOMAN.Com–Penangkapan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro atas instruksi Donald Trump menuai reaksi keras dari kubu Demokrat dan rival potensialnya di pemilu mendatang Amerika.
Media Amerika seperti Politico melaporkan bahwa Partai Demokrat menilai operasi Trump bukan hanya ilegal, tetapi juga sebuah taktik untuk mengalihkan perhatian publik dari masalah ekonomi dan politik dalam negeri.
Pete Buttigieg, mantan Menteri Transportasi Amerika, menegaskan bahwa rakyat Amerika tidak berminat mengurus negara-negara asing, terlebih ketika kondisi ekonomi mereka sendiri terancam. J.B. Pritzker, Gubernur Demokrat Illinois, juga memperingatkan bahwa operasi tersebut menempatkan tentara Amerika dalam bahaya tanpa adanya strategi jangka panjang.
Komite Nasional Demokrat melalui sebuah pernyataan menyebut operasi di Venezuela sebagai “perang ilegal” dan menilainya sebagai ancaman terhadap keamanan serta konstitusi Amerika Serikat.
Sejumlah kandidat potensial Demokrat dalam pemilu 2028 juga menekankan bahwa intervensi di Venezuela tidak memiliki justifikasi apa pun terkait demokrasi atau keamanan domestik Amerika. Menurut mereka, tujuan nyata Trump adalah fokus pada sumber energi dan mengalihkan perhatian ke kebijakan luar negeri alih-alih menyelesaikan masalah internal.
Kritik-kritik ini, bersamaan dengan kecaman internasional terhadap operasi Amerika dan penekanan negara-negara pada penghormatan terhadap hukum internasional, menunjukkan bahwa kebijakan luar negeri Trump dapat menjadi faktor yang memicu ketegangan domestik dan mengurangi legitimasi dirinya, serta memengaruhi debat-debat pemilu mendatang.
Amerika Serikat pada Sabtu, 3 Januari 2025 melakukan tindakan yang memicu gelombang reaksi internasional dengan menyerang Venezuela. Pemerintah Venezuela menyebut tindakan tersebut sebagai “agresi militer” dan, sambil mengumumkan keadaan darurat, meminta diadakannya sidang darurat Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa.






