AUTENTIKWOMAN.Com– Menyusul retorika Trump baru-baru ini terhadap Iran, misi tetap Iran untuk Badan Energi Atom Internasional (IAEA) memperingatkan direktur jenderal IAEA dalam sebuah surat tentang konsekuensi serius dari ancaman ini terhadap rezim non-proliferasi global.
Pada Kamis, 1 Januari 2026, misi tetap Iran untuk Badan Energi Atom Internasional (IAEA) mengirimkan surat kepada Rafael Grossi, Direktur Jenderal IAEA, merujuk pada ancaman Presiden AS Donald Trump baru-baru ini terhadap program nuklir damai Iran, dan memperingatkan konsekuensi seriusnya bagi rezim non-proliferasi global.
Surat itu mencerminkan protes keras Republik Islam Iran terhadap pernyataan provokatif dan ancaman ilegal Presiden AS kepada Rafael Grossi. Misi tetap Iran menyatakan bahwa menormalisasi ancaman semacam itu membahayakan kredibilitas Badan Energi Atom Internasional dan merusak kepercayaan internasional yang dibangun atas dasar verifikasi.
Pakista dukung Tehran dan JCPOA
Sementara itu, Taher Hussain Andrabi, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Pakistan, mengatakan dalam konferensi pers mingguan di Islamabad menanggapi sikap Presiden Republik Islam Iran Masoud Pezeshkian, setelah pernyataan mengancam dari Presiden AS dan Perdana Menteri rezim Zionis, “Posisi kami mengenai isu-isu terkait Iran dan JCPOA berprinsip dan kami dengan teguh mendukung negara ini.
dia menambahkan selama agresi Israel terhadap Iran, kami telah memberikan dukungan kuat kepada Republik Islam Iran.
Mengenai pipa gas dari Iran, Jubir Kemenlu Pakistan juga menekankan Islamabad tetap berkomitmen pada pipa ini. “Kami dengan penuh harap menantikan kemajuan dalam masalah ini.”
Abdul Salam: Sikap Lemah Hadapi Israel dan AS Berarti Kekalahan Pasti
Kepala tim negosiasi gerakan Ansarullah Yaman memperingatkan bahwa kelemahan terhadap rezim Zionis dan Amerika Serikat berarti kekalahan yang pasti dan tidak dapat diperbaiki.
Mohammed Abdul Salam, Kepala Tim Negosiasi Ansarullah Yaman menekankan dalam sebuah pesan pada kesempatan Tahun Baru bahwa setelah setahun penuh tantangan dan pengorbanan, bangsa Islam kini menghadapi peluang dan tantangan baru, terutama di poros Palestina, yang terlibat konflik dengan Israel di beberapa front.
Ia memperingatkan bahwa setiap kelemahan terhadap rezim Zionis Israel dan Amerika Serikat akan berarti kekalahan yang pasti dan tidak dapat diperbaiki.
Dalam pesan yang diunggahnya di halaman pribadinya di jaringan X, kepala tim negosiasi gerakan Ansarullah Yaman menekankan bahwa berakhirnya koalisi dan fakta bahwa Arab Saudi tetap sendirian di garis depan merupakan tanda jelas kegagalan strategi melanjutkan perang dan pengepungan terhadap Yaman.
Abdul Salam menambahkan bahwa penutupan bandara Sanaa yang berkelanjutan dan pengepungan bandara serta pelabuhan Yaman tidak memiliki pembenaran dan, sebagai hukuman kolektif, telah meninggalkan konsekuensi kemanusiaan yang meluas dan menghambat upaya kemanusiaan atau politik apa pun untuk menyelesaikan krisis.
Rencana Blokade AL Washington di Perairan Venezuela Gagal
Terlepas dari retorika Presiden AS Donald Trump baru-baru ini dan perintahnya untuk memblokade kapal-kapal Venezuela, laporan lapangan menunjukkan bahwa kapal tanker minyak terus memasuki pelabuhan negara itu dan tekanan Washington secara bertahap menjadi tidak efektif.
Kedatangan kapal tanker baru di perairan negara itu dan kelanjutan pertukaran minyak dengan Tiongkok menunjukkan kegagalan Gedung Putih untuk mengurangi ekspor minyak Caracas hingga nol.
Demo Luas Masyarakat Istanbul Mendukung Palestina
Puluhan ribu orang berdemonstrasi menuju Jembatan Galatasaray setelah melaksanakan salat Subuh di masjid-masjid di Istanbul, Turki, untuk mendukung rakyat Palestina yang tertindas.
Setelah melaksanakan salat Subuh, para peserta demonstrasi berkumpul di depan masjid-masjid terkenal di Istanbul, termasuk Hagia Sophia, Sultan Ahmed, Fatih, Suleymaniye, dan Masjid Agung Baru, kemudian bergerak dalam kelompok-kelompok yang tertib menuju Jembatan Galatasaray.






