AUTENTIKWOMAN.Com–Presiden Republik Islam Iran menyebut percepatan pelaksanaan kesepakatan kerja sama sebagai prioritas utama dalam hubungan Iran dan Rusia, serta menekankan pentingnya kesinambungan komunikasi dan tindak lanjut rutin terhadap proyek-proyek bersama.
Masoud Pezeshkian, Presiden Republik Islam Iran, pada Selasa lalu, dalam percakapan telepon dengan Vladimir Putin, Presiden Rusia, bertukar pandangan mengenai perkembangan terbaru hubungan bilateral, khususnya terkait proses implementasi kesepakatan kerja sama bersama, terutama di bidang transportasi, transit, energi, dan pembangkit listrik.
Pezeshkian merujuk pada pertemuan terakhir para pemimpin kedua negara di Ashgabat, dan menegaskan pentingnya pelaksanaan yang cermat serta percepatan proyek-proyek bersama, di samping menjaga komunikasi yang berkelanjutan. Dia menekankan bahwa operasionalisasi kesepakatan di seluruh bidang kerja sama harus menjadi fokus utama hubungan kedua negara.
Presiden Iran juga menyampaikan ucapan selamat Tahun Baru Masehi kepada pemerintah dan rakyat Rusia, seraya mendoakan perdamaian, kesejahteraan, dan kemajuan berkelanjutan bagi negara tersebut pada tahun yang baru.
Di pihak lain, Presiden Rusia menyatakan kepuasannya terhadap tingkat hubungan strategis dan kokoh antara kedua negara. Ia menilai pertumbuhan perdagangan bilateral sebesar 10 persen dalam sepuluh bulan pertama tahun ini sebagai pencapaian yang signifikan, serta menegaskan pentingnya kelanjutan penguatan kerja sama dan percepatan pelaksanaan kesepakatan di seluruh bidang hubungan bilateral.
Putin menegaskan bahwa berbagai kesepakatan dan proyek bersama antara Rusia dan Iran sedang ditindaklanjuti dengan keseriusan dan koordinasi penuh oleh kedua pihak.
Presiden Rusia juga mengecam dan menolak pernyataan terbaru Presiden Amerika Serikat dan Perdana Menteri rezim Zionis yang bersifat anti-Republik Islam Iran, seraya menyebutnya sebagai tindakan yang disesalkan dan tidak dapat diterima.
Berdasarkan laporan tersebut, Presiden Iran dan Rusia menegaskan komitmen mereka untuk melanjutkan dialog dan kerja sama berkelanjutan, meningkatkan tingkat interaksi ekonomi dan energi, serta memajukan pelaksanaan kesepakatan di sektor transit, transportasi, dan pembangkit listrik. Kedua pihak juga menyepakati perlunya koordinasi yang lebih erat guna memastikan implementasi efektif proyek-proyek bersama.






