AUTENTIKWOMAN.Com- Pemerintah Inggris sejak tahun 2024 telah mengeluarkan lebih dari satu juta pound untuk bekerja sama dengan 215 influencer di platform seperti TikTok dan Instagram guna memperkenalkan kebijakan-kebijakannya kepada audiens muda.
Dokumen resmi menunjukkan bahwa Kementerian Pendidikan Inggris berada di urutan teratas dengan sekitar 350 ribu pound, dan hanya pada tahun 2025 saja telah menandatangani kontrak dengan 53 influencer.
Kementerian Tenaga Kerja dan Pensiun Inggris juga pada tahun ini membayar lebih dari 120 ribu pound kepada delapan influencer, sementara pada tahun sebelumnya tidak mengeluarkan biaya sama sekali.
Pendekatan ini disertai dengan perubahan besar dalam struktur konferensi pers, termasuk penghapusan total sesi sore, pengurangan jumlah sesi pagi, serta penggantian dengan konferensi yang selain dihadiri oleh jurnalis juga melibatkan para pembuat konten media sosial.
Asosiasi Media menilai perubahan ini sebagai langkah mundur dalam akses bebas jurnalis dan pengawasan kritis terhadap pemerintah.
Para pengkritik berpendapat bahwa pemerintah dengan membayar influencer dan membatasi pertanyaan sulit dari jurnalis, telah memindahkan ruang dialog dari ruang konferensi pers ke konten virtual yang lebih terkendali.
Pemerintahan Keir Starmer menganggap metode ini sebagai cara untuk berkomunikasi langsung dengan generasi muda yang semakin jarang memperhatikan media tradisional. Namun banyak pengamat melihatnya bertentangan dengan janji transparansi dan akuntabilitas pemerintah.
Transformasi ini menunjukkan bahwa pemerintah Inggris sedang melakukan perubahan serius dalam cara berkomunikasi dengan masyarakat, beralih dari tanya jawab langsung dan kritis menuju pesan singkat, ringan, dan terarah di ruang digital.






