AUTENTIKWOMAN.Com- Hasil sebuah jajak pendapat terbaru menunjukkan, mengingat bahwa harga barang-barang dan jasa di Amerika Serikat kini meningkat di banding dengan tahun lalu, warga Amerika di hari libur Natal mengurangi anggaran pembelian hadiah, perjalanan dan liburan.
United Press International, mengutip survei terbaru dari CBS News dan lembaga YouGov, menulis bahwa warga Amerika tidak senang dengan biaya liburan Natal, dan sebagian besar mengatakan daya beli mereka telah melemah.
Survei ini melibatkan 2.267 orang dewasa Amerika. Sebanyak 58 persen responden mengatakan bahwa membeli barang-barang yang diperlukan untuk liburan terasa sulit; 17 persen menyebutnya “sangat sulit” dan 41 persen “agak sulit.” Hanya 8 persen yang menilai belanja itu mudah.
Terkait harga, 27 persen responden mengatakan “sangat meningkat” dan 44 persen menyebut “cukup meningkat.”
Berdasarkan survei ini, kelompok berpenghasilan rendah menanggung tekanan terbesar: 71 persen keluarga dengan pendapatan tahunan kurang dari 50 ribu dolar menyebut belanja barang “sangat sulit.” Situasi ini juga dirasakan oleh 56 persen keluarga dengan pendapatan 50–100 ribu dolar, bahkan 58 persen keluarga dengan pendapatan di atas 100 ribu dolar menggambarkan belanja sebagai hal yang sulit.
Peserta survei juga menyatakan bahwa mereka telah mengurangi pengeluaran:
42 persen membeli lebih sedikit hadiah, 32 persen mengurangi biaya makanan dan minuman, 48 persen mengurangi biaya perjalanan, 50 persen mengurangi biaya hiburan.
Dalam penilaian umum terhadap ekonomi, 32 persen menggambarkan kondisi sebagai “positif” sementara 63 persen menyebutnya “buruk.” Angka ini menurun dibandingkan survei bulan Juli, ketika 39 persen menilai kondisi ekonomi sebagai baik. Selain itu, 41 persen responden percaya bahwa ekonomi Amerika pada tahun 2025 telah memburuk.
Laporan tersebut menegaskan bahwa inflasi tetap menjadi kekhawatiran utama masyarakat Amerika; 76 persen mengatakan pendapatan mereka tidak sejalan dengan inflasi.
Pandangan warga Amerika terhadap pasar kerja juga negatif: hanya 5 persen yang menilai kondisi pasar kerja “sangat baik” dan 29 persen “cukup baik,” sementara 32 persen menyebutnya “cukup buruk” dan 20 persen “sangat buruk.” Tingkat pengangguran di Amerika dilaporkan sebesar 4,6 persen.
Survei ini dilakukan antara 15 hingga 17 Desember dengan 16 pertanyaan terkait liburan dan ekonomi.






