AUTENTIKWOMAN.Com-Prahara di tubuh organisasi Islam terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama (PBNU), memanas. Kursi kepemimpinan Yahya Cholil Staquf atau yang akrab disapa Gus Yahya sedang diguncang oleh jajaran tertinggi organisasi tersebut.
Pemicunya diduga berkaitan dengan pengelolaan konsesi tambang yang memicu keretakan di antara para elite NU. Selain itu, ada juga dugaan Gus Yahya dianggap dekat dengan Israel.
Kemudian, ada keputusan lahir dari Rapat Harian Syuriyah PBNU. Dalam dokumen risalah rapat yang beredar, para kiai sepuh di jajaran Syuriyah secara resmi meminta Gus Yahya untuk menanggalkan jabatannya sebagai Ketua Umum PBNU.
Dalam surat keputusan yang ditandatangani langsung oleh Rais Aam PBNU, Miftachul Akhyar, pada Jumat (21/11/2025), tertulis ultimatum tegas kepada Ketua Umum PBNU.
”KH. Yahya Cholil Staquf harus mengundurkan diri dari jabatan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama dalam waktu 3 (tiga) hari terhitung sejak diterimanya keputusan Rapat Harian Syuriyah PBNU,” bunyi risalah tersebut.
Dokumen tersebut juga menegaskan konsekuensi berat jika ultimatum itu diabaikan. Apabila dalam tenggat waktu yang ditentukan tidak ada surat pengunduran diri, maka forum Rapat Harian Syuriyah memutuskan untuk memberhentikan Gus Yahya secara sepihak. Keputusan krusial ini diambil dalam forum yang dihadiri oleh mayoritas anggota, yakni 37 dari 53 Pengurus Harian Syuriyah.






