AUTENTIKWOMAN.Com– Tiongkok memperingatkan hari ini bahwa situasi di Timur Tengah sedang melalui ‘fase kritis’. Pernyataan itu muncul setelah Presiden AS Donald Trump memperpanjang gencatan senjata untuk memberi Iran lebih banyak waktu untuk negosiasi.
Trump mengumumkan bahwa gencatan senjata dengan Iran akan diperpanjang tanpa batas waktu, memungkinkan negosiasi lebih lanjut untuk mengakhiri perang. Namun, sampai hari ini, masih belum jelas apakah Israel dan Iran, yang merupakan sekutu Amerika Serikat dalam perang yang dimulai dua bulan lalu, akan menerima keputusan ini.
Dalam pernyataannya di media sosial, Trump menyatakan bahwa Amerika Serikat menerima permintaan mediator Pakistan dan menghentikan serangan terhadap Iran. Trump menyatakan bahwa keputusan ini diambil untuk memberi para pemimpin dan perwakilan Iran kesempatan untuk menyetujui proposal terpadu dan menyimpulkan negosiasi dengan cara tertentu. Di sisi lain, dilaporkan bahwa para pejabat Pakistan menyelenggarakan pembicaraan untuk mengakhiri perang di Islamabad, dan konflik itu menyebabkan ribuan nyawa dan guncangan serius dalam ekonomi global.
Trump juga mengatakan bahwa Angkatan Laut AS akan mempertahankan blokade yang menghambat perdagangan maritim dengan Iran, meskipun pernyataannya tampaknya merupakan perpanjangan gencatan senjata sepihak. Pemerintahan Teheran, di sisi lain, menganggap praktik ini sebagai ‘tindakan perang’.
Kantor Berita Tasnim, yang dekat dengan Korps Pengawal Revolusi Iran (IRGC), melaporkan bahwa Iran tidak meminta perpanjangan gencatan senjata dan mengutip AS yang menegaskan kembali ancamannya untuk mematahkan blokade angkatan laut dengan paksa. Di sisi lain, seorang penasihat kepala tim negosiasi Iran, Mohammad Baqir Ghalibaf, menyatakan bahwa pernyataan Trump ‘mungkin tipuan’.






