AUTENTIKWOMAN.Com– Kantor Berita Fars, yang dikenal karena kedekatannya dengan IRGC, mengutip pernyataan putri Qasem Soleimani, Zeinab Soleimani. Dalam pernyataannya, Zeinab Soleimani mengatakan, “Pernyataan Departemen Luar Negeri AS adalah kebohongan: Tidak ada hubungan antara dua wanita yang ditahan di AS dan keluarga Qassem.”
Televisi pemerintah Iran juga mengutip putri Qasem Soleimani yang lain dan anggota Dewan Kota Teheran, Nargis Soleimani, yang mengatakan, “Sejauh ini, tidak ada seorang pun dari keluarga atau kerabat Soleimani yang tinggal di Amerika Serikat.”
Diberitakan sebelumnya, Departemen Luar Negeri AS mengumumkan bahwa mereka telah menarik izin tinggal legal (Kartu Hijau) dari orang asing yang dinyatakan memiliki hubungan dengan Iran.
Jenderal Qassem Soleimani, mantan komandan Pasukan Quds IRGC, tewas dalam serangan kendaraan udara tak berawak (UAV) oleh Amerika Serikat saat dia berada di Baghdad, ibu kota Irak, pada awal 2020, pada tahun terakhir masa jabatan presiden pertama Presiden Donald Trump.
Dalam pernyataan Departemen Luar Negeri AS, dinyatakan bahwa menurut laporan media dan postingan di media sosial, Hamideh Afshar adalah salah satu pendukung terbuka rezim Iran. Pernyataan itu juga menyatakan bahwa Hamide Afshar membuat propaganda untuk rezim Iran selama residensinya di Amerika Serikat dan memuji serangan terhadap pasukan AS dan fasilitas militer di Timur Tengah. Menurut pernyataan itu, yang juga memuji Pemimpin Tertinggi Iran, Afshar menggambarkan Amerika Serikat sebagai ‘Setan Besar’ dan menyatakan dukungannya untuk IRGC, yang diklasifikasikan sebagai organisasi teroris.
Dalam pernyataan tersebut, disebutkan bahwa Hamide Afshar membagikan konten ini saat menjalani kehidupan mewah di Los Angeles, seperti yang dapat dipahami dari postingannya di akun Instagram-nya, yang kemudian dihapus,
Pernyataan itu juga menyatakan bahwa selain mengakhiri status penduduk tetap Afshar dan putrinya, istrinya juga dilarang memasuki Amerika Serikat.
Departemen Luar Negeri memuji kerja sama dengan ICE untuk memastikan keselamatan orang Amerika, menambahkan dalam pernyataan bahwa pemerintahan Trump tidak akan membiarkan Amerika Serikat menjadi surga bagi orang asing yang mendukung rezim ‘teroris dan anti-AS’.
Sumber-sumber media Iran melaporkan pada hari Sabtu bahwa kedua wanita ini tidak memiliki hubungan dengan Qasem Soleimani.






