AUTENTIKWOMAN.Com– Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran di Dewan Hak Asasi Manusia PBB Sayid Abbas Araghchi mengatakan, serangan ke sekolah dasar Shajareh Tayyebeh di Minab adalah tindakan yang direncanakan sebelumnya dan pernyataan kontradiktif Amerika tidak dapat menghilangkan tanggung jawab para pelaku serangan ini.
Sayid Abbas Araghchi, menyampaikan pidato dalam pertemuan darurat Dewan Hak Asasi Manusia PBB mengenai perlindungan anak-anak dan lembaga pendidikan, membahas serangan teroris oleh para agresor Amerika terhadap sekolah Shajareh Tayyebeh di Minab.
Dalam pidatonya, dia mengatakan, “Iran saat ini berada di tengah perang ilegal yang dipaksakan oleh dua rezim nuklir yang kuat, yaitu Amerika Serikat dan Israel. Perang agresor ini jelas tidak memiliki justifikasi dan sangat kejam.”
Araghchi menambahkan, “Mereka memulai agresi ini pada tanggal 28 Februari, sementara Iran dan Amerika Serikat terlibat dalam proses diplomatik untuk menyelesaikan kekhawatiran yang diklaim Amerika mengenai program nuklir Iran. Untuk kedua kalinya dalam sembilan bulan, mereka mengkhianati diplomasi, menggagalkan dan membawa negosiasi ke kegagalan.”
“Salah satu manifestasi paling mengerikan dari agresi ini adalah serangan yang terhitung dan bertahap terhadap sekolah dasar ‘Shajareh Tayyebeh’ di kota Minab di selatan Iran, tempat lebih dari seratus tujuh puluh lima siswa dan guru dibantai secara sengaja dan kejam.”
Menlu Iran menekankan, serangan brutal ini hanyalah puncak gunung es yang jauh lebih besar. Gunung yang menyembunyikan bencana yang jauh lebih mengerikan di bawah permukaannya, termasuk normalisasi pelanggaran berat hak asasi manusia dan hukum humaniter, dan keberanian untuk melakukan kejahatan mengerikan dalam lingkungan yang penuh dengan impunitas.”






