AUTENTIKWOMAN.Com– Surat kabar New York Times memperingatkan bahwa pendekatan militeristik Donald Trump terhadap Iran tidak hanya merupakan kesalahpahaman tentang sifat pemerintahan Tehran, tetapi konsekuensinya akan membebani warga Amerika selama satu generasi.
Mengutip Fars News Agency, analisis bersama dari tiga jurnalis New York Times menunjukkan bahwa pendekatan presiden Amerika dalam menghadapi Iran mengandung “kesalahan mendasar” yang umum di kalangan pemimpin militeristik Washington. Karena Trump percaya bahwa kekuatan Amerika hanya terletak pada kemampuan militernya, sementara Iran bertindak berdasarkan “keyakinan ideologis dan ketahanan terhadap tekanan”.
Logika Tehran Berbeda dengan Washington
Para penulis catatan ini menekankan bahwa Trump terbiasa melihat orang-orang yang akhirnya menyerah pada kekuatan, tetapi “Iran tidak seperti itu”. Menurut para analis ini, Trump memiliki pemahaman khusus tentang kekuatan Amerika, pemilih Amerika, dan musuh Amerika, dan sayangnya “tidak satu pun dari ketiganya yang ia pahami dengan benar”.
Analisis ini juga menyinggung bahwa Iran memiliki kemampuan untuk menciptakan krisis energi global dengan mengganggu pasokan minyak di Selat Hormuz.
Menurut para penulis, Trump “menghancurkan hal-hal yang tidak dapat diperbaiki” dan hubungan Amerika dengan sekutunya telah rusak sedemikian rupa sehingga “tidak dapat diperbaiki selama satu generasi”.
Opini Publik AS Menolak Perang terhadap Iran
Bersamaan dengan peringatan ini, survei baru dari CBS News menunjukkan bahwa sekitar 60 persen warga Amerika menentang tindakan militer apa pun terhadap Iran. Berdasarkan hal ini, 92 persen warga Amerika menyerukan pengakhiran cepat perang melawan Iran.






